Harga Minyak, Emas, dan CPO Kompak Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Batu Bara Lesu
JAKARTA, investortrust.id - Harga tiga komoditas utama dunia yakni minyak, emas, dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kompak melonjak. Kenaikan seiring ketakutan akan perang besar di Timur Tengah yang bisa meningkat, menyusul aksi Iran yang menembakkan rudal balistik ke Israel.
Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) naik lebih dari 2%, menyusul penilaian pedagang terhadap kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) untuk November ditutup pada US$ 69,83 per barel, naik 2,44%. Sementara itu, kontrak Brent untuk Desember naik 2,59% menjadi US$ 73,56 per barel.
Sejalan, harga emas melonjak lebih dari 1% sebagai aset aman akibat meningkatnya kekhawatiran perang penuh di Timur Tengah. Harga emas spot naik 1% ke US$ 2.661,63 per ons, mendekati rekor tertinggi yang tercatat sebelumnya.
Begitupun dengan harga kontrak CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) yang mengalami rebound. Dikutip dari D'Origin Business Advisory, Rabu (2/10/2024) rebound ini berhasil membalikkan tren pelemahan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, seiring dengan penguatan harga minyak kedelai.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak Hampir 3% setelah Iran Tembakkan Rudal ke Israel
Kontrak berjangka CPO untuk Oktober 2024 naik 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.166 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO November 2024 meningkat 18 Ringgit Malaysia menjadi 4.055 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan harga batu bara turun tajam setelah laporan dari lembaga independen Ember mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga negara anggota OECD kini telah bebas dari penggunaan batu bara.
Baca Juga
Imbas Serangan Iran ke Israel, Harga Emas Terdongkrak Lebih dari 1%
Harga batu bara Newcastle untuk Oktober 2024 ambles US$ 3,45 menjadi US$ 141,65 per ton. Sedangkan November 2024 anjlok US$ 3,9 menjadi US$ 142,65 per ton. Sementara itu, Desember 2024 terkoreksi US$ 4 menjadi US$ 143,9 per ton.

