Saham Green Power (LABA) Lanjut Koreksi, Simak Kembali Penawaran Tender, Aksi Borong Saham, hingga Ekspansi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan harga saham PT Green Power Group Tbk (LABA) terus melanjutkan penurunan dalam beberapa hari terakhir. Padahal, perseroan tengah gencarnya berekspansi produksi baterai kendaraan listrik.
Penurunan ini justru menjelang berakhirnya periode penawaran wajib tender saham LABA pada 4 Oktober atau pekan ini. Penurunan tersebut juga terjadi saat perseroan mengumumkan sejumlah aksi korporasi besar ekosistem kendaraan listrik.
Berdasarkan data perdagangan saham LABA di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ini telah turun dari level tertinggi Rp 885 pada 12 September menjadi Rp 474 pada perdagangan saham intraday sesi I hari ini. Dengan demikian penurunan telah lebih dari 50%.
Baca Juga
Komut Green Power (LABA) Huang Yeping kembali Borong Saham dari Pasar
Meski terjadi penurunan sejumlah sentimen ini layak dipertimbangkan pemodal. Di antaranya, pengendali baru LABA akan menuntaskan penawaran tender akan berakhir pada 4 Oktober. PT Nev Stored Energy selaku pengendali baru tengah menggelar penawaran tender sebanyak 27,50% saham publik LABA dengan harga pelaksanaan Rp 121.
Kedua, saat penawaran tender tengah berlangsung, Komut Huang Yeping justru rajin memborong saham LABA dari pasar. Terakhir dirinya membeli sebanyak 4,96 juta saham LABA kurun waktu 24-25 September 2024.
Huang Yeping membeli saham LABA dalam rentang harga Rp 498 dan harga tertinggi level Rp 570 per saham. Sebelumnya, Huang Yeping juga telah membeli sebanyak 458 ribu saham LABA dari pasar pada 20 September 2024. Dengan pembelian tersebut Huang Yeping kini menjadi pemegang sebanyak 5,42 juta saham LABA atau setara dengan 0,49%.
Baca Juga
Green Power Group (LABA) Teken Kontrak Produksi Baterai Motor Listrik Rp 139 Miliar
Ketiga, Green Power (LABA) bersama dengan perusahaan asal Hongkong dan China mendirikan dua perusahaan patungan yang berhubungan dengan baterai kendaraan listrik. Green Power dan mendirikan dua anak usaha yang juga berkaitan dengan bisnis baterai kendaraan listrik.
Manajemen LABA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya menyebutkan, pertama, Green Power (LABA) bersama perusahaan asal Hongkong akan mendirikan perusahaan patungan dengan modal sebesar Rp 10 miliar untuk tahap awal. Perseroan akan bertindak sebagai pemegang 51% saham perusahaan patungan tersebut.
Perusahaan patungan ini nantinya bergerak dalam bidang pembuatan teknologi digital battery management system (BMS). BMS merupakan perangkat elektronik yang memiliki peran vital untuk mengoptimalkan dan mengontor kinerja baterai (cell dan pack).
Baca Juga
Green Power (LABA) Target Produksi Baterai Lithium 200 Ribu Pcs Pasca Berganti Pengendali
Keempat, Green Power (LABA) juga mengumumkan telah menandatangani dua kontrak kerja sama dengan PT Gotion Indonesia Materials untuk memproduksi baterai motor listrik bernilai Rp 139 miliar. Kerja sama ini diprediksi menjadi awal kebangkitan saham LABA menuju level Rp 850 dalam waktu dekat.
Perseroan melalui anak usahanya PT Green Power Battery (GBP) akan menyediakan 6.080 set baterai motor listrik senilai Rp 21 miliar. LABA juga akan memasok sebanyak 31.080 set baterai motor listik lainnya dengan estimasi berkisar Rp 118 miliar.
Grafik Saham LABA

