Eastspring Investments Sebut Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Ungguli Saham 10 Tahun Terakhir
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer PT Eastspring Investments Indonesia Liew Kong Qian mengungkapkan, saat ini kinerja reksa dana pendapatan tetap unggul dari reksa dana saham.
Hal ini dinilai berkaitan dengan pertumbuhan pasar modal Indonesia yang cenderung stagnan selama 10 tahun terakhir, sehingga investor memilih untuk berinvestasi di instrumen yang memberikan return secara pasti.
“Selama 10 tahun terakhir, memang secara aset kelas, equity underperform terhadap fixed income, baik (yang berbasis) obligasi pemerintah atau obligasi yang swasta, yang corporate bonds. Jadi dari sisi investornya juga pandai-pandai melihat return yang lebih tinggi secara otomatis berpindah dari aset kelasnya,” ujarnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi MI Mengoptimalkan Kinerja Reksa Dana Di Tengah Tren Penurunan Suku Bunga” di kantor Investortrust, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga
Gerak pasar saham yang relatif lambat menyebabkan mayoritas investor lebih memilih untuk masuk ke reksa dana pendapatan tetap. Terlebih lagi, adanya sentimen suku bunga rendah yang juga dapat mendorong returns atau imbal hasil dari reksa dana pendapatan tetap.
Sebagai catatan, pada September 2024 The Fed memotong suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin. “Kemudian kalau ada penurunan suku bunga, tetap membantu untuk returns-nya fixed income,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Vice president PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan bahwa reksa dana saham kurang menghasilkan wealth creation. Hal ini disebabkan oleh indeks harga saham gabungan (IHSG) yang tidak naik secara signifikan dalam 10 tahun terakhir.
Baca Juga
Dana Kelolaan Reksa Dana Stagnan 5 Tahun Terakhir, Asosiasi MI Ungkap Penyebabnya
“Kalau kita lihat datanya, jujur saja kalau basisnya adalah saham, 10 tahun terakhir ya tidak menghasilkan wealth creation. Karena IHSG pun hanya 50% (naiknya),” terangnya.
Untuk itu, Liew Kong Qian menyarankan kepada investor yang ingin mencari kepastian dari return, bila masuk ke reksa dana pendapatan tetap terlebih dahulu. Dan jika ingin berinvestasi dalam jangka panjang, investor dapat mendiversifikasi portofolio ke reksa dana campuran (balance fund) sambil mencermati dinamika pasar sebelum 100% mengalokasikan dananya ke reksa dana saham.
“Jadi buat investor secara umum, mungkin starting point-nya tetap di fixed income. 10 tahun, waktu yang cukup lama. Bentuk balance fund mungkin salah satu tipe reksa dana yang harus dipertimbangkan. Sebelum 100% masuk equity, mungkin asset class reksa dana seperti balance fund, sesuatu yang bisa dibikirkan,” terangnya.
Sebagai informasi, PT Eastspring Investment bertengger pada 20 manajer investasi reksa dana terbesar di Indonesia dengan total asset under management (AUM) atau dana kelolaan sebesar Rp 10,18 triliun per akhir September. Adapun, pangsa pasarnya adalah sebesar 2,0%.

