Surya Semesta (SSIA) Berpotensi Jadi Hub Ekosistem Kendaraan Listrik Usai BYD Pilih Subang Smartpolitan,
JAKARTA, investortrust.id – Kawasan industri Subang Smarpolitan yang dikembangkan PT Surya Semesta Internusa (SSIA) berpotensi menjadi hub ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini setelah produsen mobil listrik terbesar di dunia BYD memilih Subang sebagai lokasi pengembangan pabrik baru di Indonesia.
Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh, masukknya BYD bisa menjadi daya tarik untuk menarik investor yang berhubungan dengan kendaraan listrik ke kawasan tersebut, seperti pabrik komponen kendaraan listrik.
Baca Juga
Surya Semesta (SSIA) Divestasi Saham Anak Usaha Rp 3,09 Triliun
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, secara lokasi Subang Smartpolititan didukung infrastruktur kuat dan jarak yang terjangkau ke Suryacipta Cikarang dan pelabuhan Patimban. “Kami menilai kondisi tersebut membuat SSIA lebih mudah memonetisasi kawasan Subang menjadi hub ekosistem kendaraan listrik ke depan,” terangnya.
Estimasi Kinerja Keuangan SSIA
Terkait penjualan marketing (marketing sales), dia mengatakan, perseroan berpotensi menjual seluas 164 hektare lahan industri di Subang dan sekitar 20 hektare lahan industri di Karawang dengan total berkisar Rp 2,2 triliun sepanjang 2024.
Terkait penjualan lahan seluas 108 hektare (ha) ke BYD pada semester I-2024, menurut dia, diprediksi tuntas tahun ini, sehingga diprediksi bisa berimbas terhadap lompatan laba bersih perseroan sebanyak 22$ menjadi Rp 572 miliar tahun ini. Sedangkan rata-rata pertumbuhan tahunan laba bersih perseroan tahun 2025-2029 diprediksi mencapai 10%.
Baca Juga
Rights Issue Angkat Potensi Pertumbuhan Sarana Menara (TOWR), Bagaimana dengan Sahamnya?
Sejumlah faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli saham SSIA dengan target harga Rp 1.400. Bahkan, saham SSIA ditempatkan sebagai saham pilihan teratas untuk sektor kawasan industri.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang lompatan pendapatan perseroan menjadi Rp 6,15 triliun tahun 2024 dan senilai Rp 5,71 trilun tahun 2025. Adapun laba bersih diestimasi mencapai Rp 572 miliar tahun ini dan mencapai Rp 581 miliar pada 2025.
Grafik Saham SSIA

