Harga Minyak Melambung, Saham Medco (MEDC) dan Elnusa (ELSA) Ternyata Masih Jauh dari Target
JAKARTA, investortrust.id - Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) dianggap belum mengalami penguatan meyakinkan di tengah rally harga minyak dunia, yang dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di Kawasan Timur Tengah.
Mengacu pada data Litbang Investortrust, kedua saham yang bergerak di bisnis migas tersebut masih terbilang undervalued alias murah.
ELSA memiliki price to earning ratio (PER) sebesar 5,10 kali dan price to book value (PBV) sebesar 0,75 kali. Di lantai bursa, pada penutupan Jumat lalu (11/10/2024) perdagangan saham ELSA ditutup ke posisi Rp 486.
Baca Juga
Medco Energi (MEDC) Bagikan Dividen Interim Rp 394,79 Miliar, Simak Jadwal Pembagian Ini
Sementara nilai PER saham MEDC tercatat 5,25 kali serta PBV sebesar 0,88 kali. Saham MEDC pada perdagangan Jumat kemarin, (11/10/2024) ditutup di level Rp 1.355.
Selain dua saham di atas, saham-saham sektor energi lainnya juga masuk ke dalam kategori saham unvervalued versi Litbang Investortrust, seperti CGAS, ALII, ABMM, BULL, RIGS, ENRG, ADRO dan FIRE.
Berdasarkan riset RHB Sekuritas dikutip Minggu, (13/10/2024), konflik geopolitik di Timur Tengah yang terus berlanjut turut mengerek harga minyak dunia. Saham-saham sektor migas seperti ELSA dan MEDC dinilai mendapat sentimen positif dari konflik tersebut.
Disebutkan dalam riset tersebut, peluncuran 180 rudal balistik Iran ke Israel menandai serangan udara kedua Iran dalam kurang dari enam bulan. Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan itu sebagai balasan atas kematian Hassan Nasrallah dan pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Israel diperkirakan akan merespons serangan ini.
“Sehingga harga minyak Brent melonjak hingga sempat mencapai US$ 81 per barel pada 7 Oktober. Keadaan ini memberi dampak besar ketegangan geopolitik terhadap harga komoditas energi khususnya minyak mentah,” tulis riset tersebut.
Jika konflik ini terus berlanjut, RHB Sekuritas memproyeksikan, harga minyak bisa berpotensi lebih tinggi lagi bahkan mencapai US$ 100 per barel.
RHB Sekuritas menyebut saham ELSA dan MEDC diprediksi akan mendapatkan manfaat dari kenaikan harga minyak yang meningkatkan pendapatan dan prospek bisnis.
Di mana MEDC sebagai perusahaan yang berfokus pada kegiatan eksplorasi dan produksi minyak, dinilai akan diuntungkan dengan adanya kenaikan harga minyak yang langsung mempengaruhi peningkatan laba perusahaan.
Baca Juga
Jaya Real Property (JRPT) Alokasikan Capex Rp 450 Miliar, Terserap 75% per September
Sedangkan ELSA sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang migas, akan memperoleh keuntungan dari sejumlah investasi dan proyek hulu yang akan diluncurkan pada semester II-2024.
Dengan demikian, RHB Sekuritas memberikan rekomendasi beli (buy) untuk saham MEDC dengan target harga Rp 1.900 per saham dan saham ELSA dengan target Rp 650 per saham.
Grafik Harga Saham MEDC dan ELSA:

