Elnusa (ELSA) Ungkap Pentingnya Pengelolaan SDM untuk Capai Target 'Lifting' Minyak 1 Juta BOPD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA) mengungkapkan, di tengah semakin meningkatnya tantangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas), perusahaan dituntut untuk bisa adaptif. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto menargetkan target lifting minyak 1 juta barrel oil per day (BOPD) pada 2029.
Direktur SDM dan Umum Elnusa Hera Handayani menyebutkan, saat ini industri migas nasional sudah masuk ke fase yang mature atau tantangannya pindah ke deep offshore. Untuk itu, pemanfaatan teknologi memiliki peran yang krusial.
Baca Juga
“Jadi memang secara perusahaan service kita juga harus adaptif. Enggak bisa cuma bisnis as usual, kerja dengan unit yang itu-itu saja. Kita juga harus lihat teknologi-teknologi apa yang bisa kita provide. Supaya kita sama-sama win-win,” kata Hera dalam podcast bersama Investortrust, di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Menurutnya, dengan pemanfaatan teknologi tersebut bakal meningkatkan hasil produksi. Sebab, jika hanya mengandalkan teknologi yang itu-itu saja, maka akan sulit melakukan eksplorasi dan menemukan sumur-sumur minyak baru.
Kendati demikian, Hera menekankan, yang tidak kalah penting adalah pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Hal ini juga yang turut menjadi concern Elnusa sebagai perusahaan solusi layanan energi di Indonesia.
“Jadi pengelolaan SDM yang bisa memberikan problem solving. Jadi kuncinya di situ. Nah untuk bisa memberikan problem solving itu tentunya harus mempunyai pengetahuan yang mendetail, mendalam juga,” jelas dia.
Baca Juga
Siap Hadapi Dinamika Energi Global, Ini Strategi Elnusa (ELSA) Dongkrak Produksi Migas
Menurutnya, bukan hal mudah untuk bisa menciptakan SDM unggul dan berdaya saing tinggi. Maka dari itu, penting untuk menjalin relasi yang baik dengan para pekerja dan mengakomodir kebutuhan mereka dengan berbagai dukungan, seperti pelatihan.
“Begitu masuk ke dalam (perusahaan), kita adakan beberapa pelatihan behavior juga yang intinya lebih ke kemampuan analitik, selain teknikal, soft skill-nya kita asah. Karena di situlah ternyata kuncinya untuk bisa survive di industri,” ujar Hera.

