Hingga Kuartal III-2024, Laba Atribusi Jaya Ancol (PJAA) Tergerus 69,79%
JAKARTA, investortrust.id – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), perusahaan pengelola taman rekreasi terbesar di Indonesia Jaya Ancol, membukukan penurunan drastic laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 69,79% menjadi Rp 100,59 miliar hingga September 2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 170,80 miliar.
Manajemen PJAA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Jumat (11/10/2024) disebutkan, penurunan laba tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan perseroan dari Rp 902,56 miliar menjadi Rp 881,44 miliar.
Baca Juga
Obligasi PJAA Rp 1,5 Triliun Kantongi Peringkat idA+ Prospek Stabil dari Pefindo
Sedangkan beban pokok pendapatan dan beban langsung meningkat dari Rp 410,62 miliar menjadi Rp 443,10 miliar. ALhasil laba bruto turun dari Rp 491,93 miliar menjadi Rp 438,34 miliar.
Penurunan laba juga dipicu atas penurunan pendapatan bunga dan pendapatan lainnya. Sebaliknya terjadi kenaikan beban umum dan adminsitrasi naik, beban penjualan, dan beban lain-lain. Begitu juga dengan beban keuangan catatkan kenaikan.
Penurunan tersebut memicu laba per saham dasar perseroan turun dari Rp 107 menjadi Rp 63 per saham.
Baca Juga
Pertumbuhan Kuat Diprediksi Berlanjut, Begini Prospek dan Target Saham Midi Utama (MIDI)
PJAA merupakan pemimpin dalam industri rekreasi lokal, dengan fasilitas kelas dunia seperti Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudra, Atlantis, Sea World Ancol, Jakarta Bird Land dan Ecopark.
Perusahaan ini juga bergerak di bidang resort melalui Putri Duyung dan Bidadari Eco resort, retail dan merchandise, serta real estate dengan menjual kavling tanah, rumah, dan apartemen di kawasan Ancol.
Grafik Saham PJAA

