Jaya Ancol (PJAA) Catatkan Penurunan Kinerja di 2024, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA), pengelola taman hiburan Ancol, membukukan penurunan kinerja keuangan sepanjang 2024. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok dari Rp 235,17 miliar menjadi Rp 177,79 miliar.
Laporan kinerja keuangan PJAA yang dirilis baru-baru ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa penurunan tersebut penurunan laba tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatn dari Rp 1,27 triliun tahun 2023 menjadi Rp 1,26 triliun.
Baca Juga
Hingga Kuartal III-2024, Laba Atribusi Jaya Ancol (PJAA) Tergerus 69,79%
Penurunan juga dipicu atas peningkatan beban pokok pendapatan, kenaikan rugi kurs, peningkatan beban penjualan hingga adimistrasi umum. Sebaliknya penghasilan bunga mengalami penurunan. Hal ini membuat laba usaha perseroan turun dari Rp 447,21 miliar menjadi Rp 372,36 miliar.
Perseroan juga mencatatkan rugi bersih entitas asosiasi, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan kontribusi positif. Penurunan tersebut menjadikan laba per saham dasar turun dari Rp 147 menjadi Rp 111 per saham.
Baca Juga
Kementerian PU Apresiasi Kesigapan Astra Infra Tutup Lubang di Tol Cipali
PJAA juga mencatatkan penurunan total aset tahun 2024 menjadi Rp 3,59 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,74 triliun. Jumlah liabilitas juga turun dari Rp 2,07 triliun menjadi Rp 1,85 triliun.
PJAA merupakan perusahaan yang dikendalikan pemerintah daerah DKI dengan kepemilikan 72% saham. Perseroan juga dikuasai PT Pembangunan sebanyak 18,01% dan sisanya public.
Grafik Saham PJAA

