Bagikan

Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Bertransformasi, 16 Investor Asing Berkompetisi Rebut Proyek Reklamasi Ancol

Poin Penting

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menjalankan tender global dengan skema beauty contest, di mana seluruh pendanaan berasal dari mitra strategis, bukan dari dana internal perusahaan.
Sebanyak 16 perusahaan dari dalam dan luar negeri (Eropa, China, Korea) ikut dalam seleksi, dengan skema kerja sama berbasis land sharing bukan revenue sharing untuk menentukan satu mitra terbaik.
Proyek reklamasi seluas 65 hektare akan dibarengi pengembangan beach club, night entertainment, dan fasilitas olahraga, dengan target meningkatkan pendapatan hingga 50% dalam dua tahun ke depan.

JAKARTA, investortrust.id — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) tengah menjalankan proses tender untuk proyek reklamasi kawasan Ancol dengan nilai investasi mencapai Rp 5–6 triliun. Proyek ini akan dibiayai penuh oleh mitra strategis melalui skema kerja sama tanpa mengandalkan belanja modal (capex) internal.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Syahmudrian Lubis menjelaskan, calon mitra yang disasar terbagi dalam tiga kategori utama, yakni sektor properti, rekreasi, dan industri pertanahan, termasuk pengembangan reklamasi. Sejumlah calon investor dari berbagai negara telah dikumpulkan untuk kemudian disaring berdasarkan kesesuaian dengan kebutuhan dan strategi bisnis perseroan.

Ian biasa ia disapa menuturkan, proses pemilihan mitra tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan melalui tender dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, business judgment rule, dan manajemen risiko yang ketat.

Sebelumnya, proyek reklamasi sempat direncanakan menggunakan capex perusahaan. Namun, dalam perkembangannya, banyak investor asing yang menawarkan skema kerja sama berbasis berbagi bisnis (business sharing), sehingga membuka peluang baru bagi Ancol untuk mengurangi beban pendanaan.

Melihat respons tersebut, perseroan mengubah pendekatan menjadi skema kemitraan melalui beauty contest. Dalam mekanisme ini, investor akan bersaing menawarkan skema kerja sama terbaik, baik dalam bentuk land sharing, business sharing, maupun model lainnya yang menguntungkan kedua belah pihak.

Baca Juga

Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol, Ini Profilnya

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Syahmudrian Lubis usai RUPST PJAA di Candi Bentar, Putri Duyung Ancol, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto: Investortrust/Lona Olavia

Ian mengatakan, saat ini terdapat 16 perusahaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri termasuk dari Eropa, China dan Korea yang berminat mengikuti proyek tersebut. Seluruh calon mitra akan diseleksi melalui mekanisme beauty contest untuk menentukan satu investor terbaik.

“Dari 16 itu akan kita pilih satu yang memberikan nilai terbaik bagi Ancol. Kalau belum optimal, proses seleksi bisa diulang,” ujarnya menjawab Investortrust usai RUPST PJAA di Putri Duyung Ancol, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Ian menjelaskan, skema kerja sama yang ditawarkan bukan berbasis revenue sharing, melainkan land sharing. Proyek reklamasi akan dilakukan di kawasan pantai barat Ancol dengan luas sekitar 65 hektare, mencakup area dari Marina hingga ke bagian utara. Lahan tersebut akan dikembangkan untuk berbagai fungsi, mulai dari kawasan bisnis hingga fasilitas publik, termasuk relokasi marina dan pengembangan destinasi wisata baru.

Selain reklamasi, perseroan juga mendorong pengembangan konsep gaya hidup (lifestyle) untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Dalam waktu dekat, Ancol akan menghadirkan fasilitas beach club di area eks Segara.

“Kita akan mengaktifkan kembali yang namanya night entertainment disini. Sehingga saat ini kan Ancol dia punya paling malam itu mungkin jam 9 malam, itu pun kalau kita datang ke Bandar Djakarta. Nah kita ingin mengaktifkan itu dengan menghadirkan kita ada kerjasama untuk beach club,” ujarnya.

Baca Juga

46.500 Pengunjung Padati Ancol pada H+2 Natal 2025

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Syahmudrian Lubis usai RUPST PJAA di Candi Bentar, Putri Duyung Ancol, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto: Investortrust/Lona Olavia

Selain itu, juga dikombinasikan dengan sarana olahraga seperti padel dan konsep wellbeing. "Kalau disini dia bisa enjoy yang namanya itu laut, sambil dia berkumpul dengan teman-temannya. Ini ada suatu pengalaman baru yang tidak bisa dimiliki oleh yang lain," pungkas Ian.

Soal kinerja, saat ini pendapatan Ancol berada di kisaran Rp 1,1–1,2 triliun per tahun. Melalui kerja sama strategis dan pengembangan kawasan tersebut, perseroan berharap dapat meningkatkan pendapatan hingga sekitar 50% dalam dua tahun ke depan, meski target tersebut belum dimasukkan secara resmi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Ian menambahkan, perubahan pendekatan dari penggunaan capex ke skema kemitraan menjadi strategi baru perseroan dalam mempercepat pengembangan kawasan sekaligus meminimalkan beban keuangan.

“Banyak investor yang menawarkan untuk membangun bersama dengan skema berbagi bisnis. Ini menjadi peluang baru bagi Ancol,” ujarnya.

Proyek reklamasi sendiri merupakan inisiatif yang telah bergulir sejak beberapa waktu lalu, namun mengalami penyesuaian strategi untuk memaksimalkan nilai tambah bagi perusahaan. Dengan skema baru ini, Ancol berharap dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan efisiensi pendanaan.

Perseroan menargetkan proses tender dapat segera diumumkan dalam waktu dekat. Langkah ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan wisata Ancol sebagai salah satu ikon rekreasi utama di Jakarta serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Dengan proyek ini, Ancol diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jakarta sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024