Saham Properti Melesat Berkat Wacana Insentif Besar-besaran, Simak Kembali Target Harga 4 Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – Rencanana pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghapuskan pajak property berdampak terhadal lompatan harga saham sektor ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan saham sektor ini sebanyak 3,04% jauh mengungguli kenaikan sektor saham lainnya.
Berdasarkan data perdagangan saham sesi I BEI, Jumat (11/10/2024), penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Alam Sutera Tbk (ASRI) sebanyak 13,33% menjadi Rp 238, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik 7,59% menjadi Rp 1.275, dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik 5,11% menjadi Rp 720.
Baca Juga
Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah, Hashim: Genjot Segmen Properti dan Berantas Judi Online
Penguatan mengesankan juga dicatatkan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebanyak 5,54% menjadi Rp 11.900, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 6,77% menjadi Rp 1.420, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menguat 4,34% menjadi Rp 505, dan PT Intiland Development Tbk (DILD) naik 3,85% menjadi Rp 216.
Sebelumnya, Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabwa, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, pemerintahan baru mewacanakan penghapusan sejumlah pajak pembelian rumah, yaitu pajak penerimaan negara (PPN) sebanyak 11% dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebanyak 5% untuk 1-3 tahun. Hal ini bertujuan untuk menggenjot pertumbuhan perekonomian.
Target Harga 4 Saham Properti
sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Sentimen positif tersebut juga berdampak positif terhadap pergerakan harga saham yang berkaitan dengan bisnis property, seperti saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 3,96% menjadi Rp 1.445. Saham emiten semen SMGR, INTP, dan CMNT ikut torehkan penguatan harga.
Lalu, bagaiman prospek saham sejumlah emiten property? Sebelum rencana pemangkasan PPN dan BPHT property digulirkan, BRI Danareksa Sekuritas masih memberikan pandangan positif terhadap saham emiten property.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Ungkap Peluang Marketing Sales Terlampaui hingga Investasi di IKN
Rekomendasi beli tersebut mempertimbangkan pemangkasan suku bunga akan membuat diskon harga saham emiten properti terhadap target nilai aset bersih (RNAV) cenderung turun. Rekomendasi ini juga mempertimbangkan berlanjutnya pembebasan PPN pembelian property dengan harga tertentu.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan pandangan overweight saham emiten property. Saham CTRAdirekomendasikan beli dengan target harga Rp 1.700 dan saham Pakuwon Jati (PWON) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 640. BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham BSDE dengan target harga Rp 1.550 dan saham SMRA dengan target harga Rp 1.000.

