Master Print Patok Harga IPO Rp 128 per Saham, Berpotensi Raup Dana Rp 55,68 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Distributor dan penyewaan barang-barang industri pengemasan PT Master Print Tbk mematok harga pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Rp 128 per saham.
Adapun proses penawaran umum saham perdana (offering) PT Master Print Tbk berlangsung mulai hari ini, 2 Oktober 2024 hingga 4 Oktober 2024. Sementara tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 8 Oktober 2024.
Dalam hajatan besar ini, Master Print menawarkan dan menerbitkan sebanyak 435 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per unit.
Dikutip dari prospektus IPO, Rabu (2/10/2024) disebutkan, jumlah saham yang ditawarkan dalam rangka IPO tersebut mewakili sebnyak 22,81% dari ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan pasca IPO.
Baca Juga
Dengan harga pelaksanaan Rp 128 per saham, maka perseroan akan meraup dana segar hasil IPO sebesar Rp 55,68 miliar. IPO tersebut dibantu oleh PT Profindo Sekuritas Indonesia yang bertidak sebagai penjamin pelaksana emisi efek IPO.
Pihak penjamin pelaksana emisi menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap saham IPO yang tidak terserap di masa penawaran umum.
Adapun penggunaan dana hasil IPO rencananya akan digunakan sekitar 46% atau sebesar Rp 25,10 untuk pembelian sebanyak 247.500 saham atau sebesar 99% saham PT Global Putra Kusuma (GPK) yang dimiliki oleh PT KUS Global Investama (KGI).
Kemudian pembelian sebanyak 197.500 saham yang dimiliki oleh PT Kencana Usaha Sentosa (KUS) sebanyak 47.500 saham dan yang dimiliki oleh Ny Cindy Kusuma sebanyak 2.500 saham.
‘’Alasan akuisisi GKP untuk memperluas pangsa pasar Perseroan ke UMK dan menjangkau penjualan ke konsumen akhir (B to C),’’ tulis Manajemen PT Master Print Tbk.
Sebagai catatan, Perseroan menjual produk consumables dan penyewaan mesin untuk target pasar menengah; GPK menjual produk consumables (Rynan dan Optima) dan mesin (Now Systems) untuk UMK dengan kualitas di bawah produk Perseroan.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Rebound, Intip Peluang Saham AMMN, BMRI, TLKM dan ASII
Dijelaskan, produk yg dijual GPK untuk market entry level industry, sedangkan produk yg dijual Perseroan adalah produk premium dan untuk market industri pabrik (B to B). ‘’Produk yg dijual GPK diimport melalui Perseroan pada saat ini, dengan akuisisi maka Perseroan meningkatkan sinergi,’’ imbuhnya.
Kemudian sekitar 54% digunakan untuk modal kerja seperti pembelian persediaan barang regular (pembelian consumable, mesin printer dan sparepart), penambahan dan pengembangan produk baru, pemasaran dan marketing.
Sebagai catatan PT Master Print Tbk merupakan anak usaha PT Mitra Pack Tbk (PTMP) dengan porsi kepemilikan sebesar 99%, sementara 1% lainnya dipegang oleh Ardi Kusuma. Nama terakhir sekaligus merupakan pengendali KGI dan KUS.

