Layak Dicermati, Saham Properti Masih Undervalued
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 47,60 poin (0,61%) ke level 7.696,92 pada penutupan perdagangan Jumat (27/9/2024), saham sektor properti termasuk sektor yang bertahan menguat sebesar 0,60%. Saham properti layak dicermati karena masih diperdagangkan dengan nilai lebih rendah dari nilai intrinsiknya alias undervalued.
Selama tahun berjalan (year to date/ytd), indeks saham properti dan real estat naik 12,64%. Angka itu lebih tinggi dari kenaikan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang hanya 5,83%.
JP Morgan Indonesia menyatakan, sepanjang tahun ini, sektor properti termasuk yang menarik untuk dicermati. “Harga properti yang cukup stagnan dan marketing sales yang sudah kembali bangkit menjadi katalis positif untuk sektor tersebut,” demikian JP Morgan dalam risetnya.
Baca Juga
Menuju Pemangkasan Suku Bunga, Saatnya Berburu Saham Properti
Berdasarkan catatan riset investortrust.id, terdapat 10 saham sektor properti yang masih undervalued. Saham properti tersebut di antaranya saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Agung Podomoro Land (APLN), dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD).
Pada perdagangan Jumat (27/9/2024), saham LPKR memiliki price earning ratio (PER) 0,37 kali dan price to book value (PBV) 0,29 kali. Sedangkan saham APLN memiliki PER 2,59 kali dan PBV sebesar 0,21 kali. Adapun PER saham GMTD mencapai 3,22 kali dengan PBV 6,34 kali.
Selain saham sektor properti, ada pula saham-saham sektor transportasi yang juga masuk kategori undervalued, antara lain saham PT Star Pacific Tbk (LPLI), PT Vastland Indonesia Tbk (VAST), PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT), PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR), PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP), PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE), dan PT Intiland Development Tbk (DILD).
Sementara itu, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Soekarno Alatas mengatakan, saham-saham tersebut sudah masuk kategori undervalued karena PER-nya di bawah rata-rata industri. “PBV-nya pun di bawah 1-2 kali atau rata-rata industri,” tutur dia.
Kinerja Keuangan Meyakinkan
Catatan investortrust.id menunjukkan, sejumlah emiten sektor peroperti menorehkan kinerja keuangan yang cukup meyakinkan. Pada semester-I 2024, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) meraih pra penjualan Rp 3,14 triliun, setara dengan 58% target tahun ini. Pra penjualan berasal dari pra penjualan Lippo Karawaci sendiri senilai Rp 2,4 triliun dan dari anak usaha, yaitu PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), sebesar Rp 741 miliar.
Lippo Karawaci membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 19,88 triliun atau melambung 1.644% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 1,14 triliun pada periode sama tahun silam.
Di samping itu, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan perolehan marketing sales sebesar Rp 980 miliar pada semester I-2024, melonjak 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 682 miliar.
Menurut Corporate Secretary Agung Podomoro Land, Justini Omas, penjualan properti tahun ini mengalami kenaikan yang tinggi berkat inisiatif perseroan mendukung kemampuan bayar konsumen.
“APLN juga mendorong pembelian properti melalui skema pembiayaan perbankan atau kredit kepemilikan rumah (KPR) yang mudah diakses,” ujar Justini dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (29/9/2024).
Baca Juga
Intip Rekomendasi dan Target Harga Saham Properti di Semester II-2024
Emiten properti lainnya, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), pada semester I-2024 mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 86% menjadi Rp 270, 37 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp 145,23 miliar.
Hal itu mendorong laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk perseroan yang melesat 254% menjadi Rp 134,94 miliar dibanding Rp 37,95 miliar tahun lalu.

