Menuju Pemangkasan Suku Bunga, Saatnya Berburu Saham Properti
JAKARTA, investortrust.id – Peluang pemangkasan suku bunga akan menjadi awal lompatan saham emiten sektor property. Hal ini didasarkan historis, yaitu pemangkasan suku bunga akan membuat diskon harga saham emiten properti terhadap target nilai aset bersih (RNAV) cenderung turun.
“Saat terjadi rangkaian penurunan tingkat suku bunga dan suku bunga cenderung stabil, maka biasanya diskon harga saham emiten property terhadap RNAV akan turun,” tulisnya adlam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Baca Juga
Jangan Tertinggal! Intip Deretan Saham Properti Undervalued Jelang Penurunan Suku Bunga Acuan
Berdasarkan Analisa BRI Danareksa Sekuritas disebutkan bahwa ada dua faktor yang bisa memicu diskon harga saham emiten property turun, pertama pemangkasan suku bunga dan kebijakan suku bunga yang stagnan setelah berlangsung kenaikan bebrapa kali.
Namun demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, bahwa penurunan suku bunga ternyata tidak berkorelasi besar terhadap penjualan marketing emiten property. Faktor utama pendongkrak marketing sales berasal dari peningkatan permintaan konsumen dan harga jual property. Perusahaan property yang bisa memanfaatkan momentum penurunan suku bunga dengan kehadiran property baru akan bisa mendukung marketing sales tersebut.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Ungkap Peluang Marketing Sales Terlampaui hingga Investasi di IKN
Berbagai faktor tersebut mempertahankan pandangan overweight saham emiten property. Saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.700 dan saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 640.
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PT Bumi Serpong Tbk (BSDE) dengan target harga Rp 1.550 dan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan target harga Rp 1.000. Sedangkan saham CTRA tetap menjadi pilihan teratas untuk saham sektor property.

