IHSG Berpeluang Melemah, Dua Saham Ini Layak Dicermati Awal Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/10/2025), diproyeksikan bergerak dalam rentang 8.090-8.379 dengan kondisi tengah mengalami overbought. Sedangkan saham LPKR dan ADMR direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG mulai memasuki area upper band pada indikator Bollinger Bands, yang menandakan kondisi overbought di sekitar level resistance psikologis 8.300.
Baca Juga
Prabowo Rapat dengan Gibran hingga Purbaya di Kertanegara, Bahas Devisa Hasil Ekspor
“Potensi koreksi indeks hari ini turut diperkuat oleh sentimen negatif dari penerapan tarif impor hingga 100% oleh Donald Trump terhadap Tiongkok, yang dinilai dapat menimbulkan efek domino terhadap stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan,” tulisnya dalam riset pagi ini.
Pergerakan indeks juga dipengaruhi kejatuhan indeks utama bursa global, seperti Dow Jones di AS turun lebih dari 1,90%. Begitu juga dengan S&P500 melemah 2,71% dan Nasdaq melemah hingga 3,56%. Begitu juga dengan bursa saham Eropa berguguran akhir pekan lalu.
Baca Juga
Anak Usaha Merdeka Gold Resources (EMAS) Dapat Pasokan Listrik Jumbo dari PLN
Di tengah peluang pelemahan teresebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham LPKR dengan target harga Rp 108-116 dan ADMR dengan target harga Rp 1.460-1.795. Sebaliknya saham SMRA dan KPIG direkomendasikan jual.
IHSG akhir pekan lalu ditutup melesat cetak rekor tertinggi baru (all time high/ATH) dengan kenaikan sebanyak 6,92 poin (0,08%) menjadi 8.257. Rentang pergerakan 8.194-8.279 dengan nilai transaksi Rp 21,67 triliun.
Baca Juga
IHSG Diproyeksikan Terkoreksi di Awal Pekan, Simak Saham-Saham yang Masih Menarik Dicermati
Kenaikan indeks ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi naik 1,63%, sektor material dasar menguat 1,64%, sektor infrastruktur 2,18%, sektor property 1,31%, sektor transportasi 3,04%, dan sektor industry 0,48%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 1,26% akibat penurunan saham big bank dan sektor konsumer primer 0,28%.
Sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AYLS naik 34,97% menjadi Rp 220, NTBK melesat sebanyak 34,55% menjadi Rp 148, ASPI naik sebanyak 25% menjadi Rp 725, GULA naik 25% menjadi RP 440, COCO naik 24,83% menjadi Rp 362, HOMI menguat 24,82% menjadi Rp 352, SMDM naik 24,84% menjadi Rp 1.005, dan FUJI naik 25% menjadi Rp 950.
ARA juga melanda saham NEST sebanyak 24,82% menjadi Rp 352, TRIN naik 24,75% menjadi Rp 252, TRUK melesat 24,50% menjadi Rp 376, dan DATA naik 24,71% menjadi Rp 5.300. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, seperti saham MOLI naik 20,92% menjadi Rp 358, WIFI naik 20,55% menjadi Rp 3.930, PPRI menguat 18,60% menjadi Rp 510, dan MBTO naik 16,78% menjadi Rp 167.

