Mirae Asset Sekuritas Pertahankan Target IHSG 8.000, Penguatan Didukung Sentimen Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengungkapkan potensi window dressing indeks harga saham gabungan (IHSG) memasuki kuartal IV-2024. Kuartal akhir ini akan menjadi momentum bagi investor pasar modal untuk meraup keuntungan.
Tujuan dari window dressing sendiri bertujuan membuat kinerja saham emiten terlihat menjanjikan bagi manajer investasi dan mempercantik laporan keuangan.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas Naikkan Target IHSG Jadi 8.238, Ini Katalisnya
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina, mengatakan, potensi window dressing diprediksi masih kencang dalam 2-3 bulan ke depan, meskipun kenaikannya tidak sebesar sebulan terakhir.
"Pergerakan indeks juga akan terpangaruh sejumlah isu dalam 2-3 bulan ke depan, seperti Oktober hingga November akan ada pengumuman kabinet baru di dalam negeri. Bulan November berlangsung pilpres di Amerika Serikat," kata Martha kepada wartawan saar ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/9/2024).
Apabila dua isu tersebut berjalan lancar dan tanpa ada guncangan politik terlalu lama, dia mengatakan, IHSG akan konsisten lanjutkan penguatan. Dengan demikian, window dressing tidak akan berdampak terlalu besar terhadp penguatan indeks lebih lanjut.
Baca Juga
Melihat kondisi tersebut, Martha menegaskan, nasabah diminta untuk terus melakukan investasi mulai saat ini, karena kondisi pasar tahun depan diprediksi akan lebih baik.
Terkait sentiment pemangkasan suku bunga, dia mengatakan, ditargetkan BI Rate masih turun sebanyak 25 basis poin (bsp) menjadi 5,75% akhir tahun ini. Sedangkan The Fed diprediksi bisa turun sebanyak 100 bps tahun ini, yaitu pemangkasan 50 bps pada September. The Fed kemungkinan kembali memangkas suku bunga masing-masing 25 bps pada November dan Desember tahun ini.
Sejumlah sentiment tersebut, terang Martha, berpotensi mengerek IHSG ke level 8.000 sampai akhir tahun. “Meskipun dinilai berat naik dari kisaran 7.000 ke level 8.000. Namun kemungkinan itu pasti ada. Sedangkan saham sektor perbankan, telekomunikasi dan consumer layak dilirik,” ungkapnya.

