BRI Danareksa Sekuritas Naikkan Target IHSG Jadi 8.238, Ini Katalisnya
JAKARTA, investortrust.id - BRI Danareksa Sekuritas merevisi target indeks harga saham gabungan (IHSG) naik menjadi 8.238 dari posisi sebelumnya sebesar 7.680.
Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat (20/9/2024) anjlok sebanyak 162,39 poin (2,05%) ke level 7.743
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi mengatakan, optimistis target tersebut didorong oleh kinerja jangka pendek dalam 3 bulan ke depan setelah pemotongan suku bunga The Fed.
“Kami percaya angin segar untuk IHSG juga berasal dari pemotongan suku bunga The Fed dan terapresiasinya rupiah yang akan menguntungkan sektor konsumen,” tulis mereka dalam catatan riset dikutip Sabtu, (21/9/2024).
Baca Juga
Saat IHSG Anjlok lebih dari 2%, Asing justru Net Buy Rp 523 Miliar, Ada Saham ARTO
Berdasarkan riset tersebut, sebelum pemotongan suku bunga pertama 50 basis poin (bps) minggu ini, secara historis The Fed melakukan pemotongan suku bunga pertama 50 bps pada tahun 2001 dan 2007, yang diikuti oleh resesi ekonomi dan koreksi tajam di pasar ekuitas AS.
Kemudian, tren pasar saat ini menunjukkan kinerja yang berkelanjutan, mengikuti pola yang terlihat pada tahun 2007. Sehingga, sektor yang berdampak terhadap yakni, bank dan properti yang mengungguli pemotongan suku bunga ini.
“Selain itu, kami yakin pertumbuhan earnings per share (EPS) akan tetap menjadi pendorong utama untuk arus dan kinerja pasar, kami proyeksikan EPS growth dalam 12 bulan ke depan tetap di level 7%-8% didukung penguatan rupiah dan imbal hasil obligasi,” jelasnya.
Baca Juga
IHSG Sesi I Babak Belur Akibat Kejatuhan Saham Emiten Prajogo Pangestu
Berdasarkan konsensus analis Bloomberg, EPS growth pasar saham Indonesia stabil di kisaran 7%. Estimasi itu menempatkan IHSG di posisi yang atraktif di antara pasar saham negara-negara emerging market.
Dalam riset tersebut juga disebutkan, penerbitan BI SRBI yang terus menurun dan telah dilampaui oleh pembelian SBN dan pemotongan suku bunga Bl 25 bps dapat meningkatkan likuiditas yang ditunggu-tunggu untuk perbankan.
Adapun rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas yakni buy BBCA dengan target harga Rp 12.400, buy BBNI dengan target harga Rp 7.600, buy ARTO dengan target harga Rp 3.800 per lembar.
Dari sektor properti, buy CTRA dengan target harga Rp 1.700, buy SMRA dengan target harga Rp 1.000, kemudian buy ASII dengan target harga Rp 5.700, buy GOTO dengan target harga Rp 90, buy TLKM dengan target harga Rp 4.250 dan buy MYOR dengan target harga Rp 3.350 per lembar.

