Kripto Balik Arah Menguat, Apa yang Akan Memicu Gerak Bitcoin Selanjutnya?
JAKARTA, investortrust.id - Pekan lalu, perilisan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang di bawah prediksi cukup melegakan bagi para investor. Namun, apakah data ini cukup kuat untuk menggerakkan sentimen pasar?. Dari dunia regulasi, SEC telah menunda keputusan persetujuan ETF Dogecoin dan ETF berbasis kripto lain. Penundaan ini paling tidak akan berlangsung sampai Ketua yang baru menjabat. Di sisi lain, salah satu analis menyoroti peningkatan korelasi Bitcoin dengan saham.
Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI / Consumer Price Index) dari Biro Statistik Ketenagakerjaan AS menunjukkan bahwa inflasi telah melandai ke angka 2,8% di bulan Februari, turun dari angka 3% di bulan Januari, dan lebih rendah dari level prediksi 2,9%. Angka CPI utama, tidak termasuk bahan pangan dan energi, naik 3,1% year-on-year, yang juga di bawah angka prediksi 3,2%.
Perlambatan inflasi ini bisa mengindikasikan lingkungan perekonomian yang lebih positif, yang berpotensi mempengaruhi keputusan suku bunga oleh Federal Reserve Bank (The Fed) di AS. “Penafsiran pasar masih wajar. Kami masih belum mengetahui seperti apakah inflasi pada rezim tarif yang baru ini. Paling tidak untuk saat ini, momentum masih berada di sisi The Fed," ujar Thomas Simons, Kepala Ekonom AS di Jefferies dilansir dari Luno, Selasa (18/3/2025).
Angka inflasi yang di bawah prediksi tampaknya cukup meredakan ketakutan akan kenaikan suku bunga yang agresif dari The Fed, yang bisa mendukung aset-aset berisiko tinggi dalam jangka panjang. Namun, para analis memperingatkan bahwa kenaikan ini bersifat sementara akibat ketegangan trading dan potensi tekanan inflasi dari tarif.
Baca Juga
Perang Dagang Bikin Status Bitcoin Sebagai Aset Safe Haven Diragukan?
Di sisi lain, SEC menunda pengambilan langkah selanjutnya terkait pengajuan ETF kripto pekan ini, namun para ahli berpendapat bahwa hal ini bukan hal yang mengejutkan karena masih menunggu pergantian ketua yang baru, demikian tulis The Block. Paling tidak terdapat 60 spot ETF kripto yang sedang menunggu peninjauan.
Pada bulan Desember, Presiden Donald Trump menunjuk Paul Atkins untuk mengepalai SEC, namun Atkins masih belum menjalani sidang konfirmasi. “Dalam 24 jam terakhir, SEC telah menunda pengambilan langkah dalam pengajuan ETF Litecoin, Dogecoin, Solana dan XRP. Lembaga tersebut juga menunda penerimaan proposal terkait opsi listing dan staking pada ETF Ethereum yang sudah ada. Para ahli di industri menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait proses,” demikian menurut The Block.
Batas akhir keputusan pengajuan ETF adalah di bulan Oktober, dan banyak yang memprediksi bahwa pengajuan-pengajuan ini cepat atau lambat akan mendapat persetujuan.
"Ini adalah berita yang perlu diperhatikan. Jika ETF-ETF tersebut disetujui di bawah kepemimpinan Atkins sebagai Ketua SEC, maka hal ini akan berpotensi mendorong pergerakan harga secara signifikan, sama seperti yang terjadi pada BTC ketika ETF Bitcoin diluncurkan," tulis riset Luno..
Baca Juga
Pasar Kripto Masih Loyo, Akankah Bitcoin Bangkit Kembali Minggu Ini?
Pergerakan The Fed - Standard Chartered
Kepala Riset Aset Digital dari Standard Chartered, Geoff Kendrick, meyakini bahwa pergerakan harga Bitcoin akhir-akhir ini dipengaruhi oleh volatilitas pada pasar aset berisiko tinggi secara luas, demikian lapor The Block.
Pemulihan harga Bitcoin kemungkinan besar akan bergantung pada dua pemicu: pemulihan aset berisiko tinggi atau berita positif terkait Bitcoin, seperti misalnya, pembelian Bitcoin dari pemerintah AS atau negara lain, demikian ungkap Kendrick. “Pemotongan suku bunga dari The Fed pada rapat di bulan Mei, dimana peluang pemotongan suku bunga kemungkinan bergeser ke 75% dari 50%, mungkin bisa memicu terjadinya rebound,” jelas Kendrick.
Bitcoin dan aset kripto lain telah bergerak beriringan dengan saham, di mana keduanya dipandang sebagai aset-aset berisiko tinggi. Sebagian besar ekonom memprediksi The Fed akan menunda pemotongan suku bunga hingga akhir tahun, namun menurut Kendrick, pergerakan dari The Fed bisa mendongkrak harga Bitcoin. Selain itu, peristiwa besar di ruang kripto juga bisa menjadi pemicu pergerakan harga.
Menilik data Coinmarketcap, Selasa (18/3/2025) pukul 07.35 WIB harga kripto mayoritas menghijau. Bitcoin (BTC) misalnya dalam 24 jam terakhir terpantau naik 1,02% ke US$ 83.793, Ethereum menguat 1,34% menjadi US$ 1.924, dan XRP terapresiasi 0,59% menjadi US$ 2,33.
Kapitalisasi pasar kripto global kini menjadi US$ 2,74 triliun, peningkatan 1,53% selama hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 72,6 miliar, yang berarti peningkatan 17,82%. Dominasi Bitcoin saat ini adalah 60,72%, penurunan 0,11% selama sehari.
Performa teratas 7 hari terakhir:
Fantom (FTM) +11.75%
Axie Infinity (AXS) +8.09%
XRP (XRP) +7,86%
Performa tebawah 7 hari terakhir:
Aave (AAVE) -12.86%
Tron (TRX) -9.25%
Ethereum (ETH) -8.31%

