BRI (BBRI) Sentuh Level di Bawah Rp 4.000 jelang Pembagian Dividen, Bagaimana Target Harganya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menggelontorkan dividen senilai Rp 20,46 triliun atau setara dengan Rp 135 per saham. Sedangkan pemerintah selaku pemegang saham mayoritas akan kebagian dividen bernilai Rp 10,88 triliun.
BRI (BBRI) akan membagikan dividen tersebut kepada pemegang saham pada Rabu (15/1/2025). Sedangkan cum dividen BBRI di pasar reguler dan pasar negosiasi sudah berakhir pada 24 Desember 2024.
Baca Juga
Berjumlah 1 Juta Agen, Ini Dampak Ekonomi dan Sosial Keberadaan AgenBRILink Milik BRI
Meski BRI akan menggelontorkan dividen jumbo lusa, saham BBRI justru melemah pada perdagangan intraday hari ini ke level terendah lebih dari tiga tahun terakhir atau terhitung sejak 5 Oktober 2021.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, Senin (13/1/2024), ditutup melemah Rp 100 (2,49%) menjadi Rp 3.910 hingga pukul 1437 WIB. Saham bank pelat merah dengan kapitalisasi terbesar ini bergerak di zona merah sepanjang hari dalam rentang Rp 3.910-4.010.
Lalu, bagaimana sesungguhnya prospek saham BBRI? Sucor Sekuritas dalam riset terakhirnya masih mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000 per saham. Saham bank pelat merah tersebut ini ditetapkan sebagai pilihan jangka panjang didukung outlook masih kuat dalam jangka panjang.
Baca Juga
Didukung Pemulihan Kinerja dan Potensi Dividen Besar, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan Beli
Begitu juga dengan Sinarmas Sekuritas ikut mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.000. Penurunan harga saat ini bisa menjadi peluang positif bagi investor untuk meraup cuan dari saham bank pelat merah ini.
Rekomendasi beli saham BBRI juga diberikan tim riset Mandiri Sekuritas. Saham BBRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.000. Target tersebut mempertimbangkan pertumbuhan laba bank-only perseroan sebanyak 4% hingga November 2024.
Grafik Saham BBRI

