Bertumbuh! DCI Indonesia (DCII) Bukukan Laba Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan kenaikan laba periode berjalan menjadi Rp 299,62 miliar pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 242,23 miliar.
Manajemen DCII dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (25/7/2024), menyebutkan pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan dari Rp 632,81 miliar menjadi Rp 737,30 miliar.
Laba usaha perseroan juga meningkat dari Rp 331,83 miliar menjadi Rp 378,66 miliar. Sedangkan beban keuangan perseroan turun dari Rp 52,13 miliar menjadi Rp 41,73 miliar.
Baca Juga
Cetak Rp 142,79 Miliar, DCI Indonesia (DCII) Torehkan Kenaikan Laba 17,6%
Sebelumnya, emiten penyedia layanan pusat data (data center) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 1 triliun di tahun ini.
Direktur Keuangan dan Corporate Affairs DCI Indonesia Evelyn sebelumnya menyebutkan bahwa sebagian besar capex ini akan digunakan untuk ekspansi pusat data yang sudah beroperasi.
Saat ini, DCII mengoperasikan tiga pusat data yang mencakup DCI-Hyperscale 1 (H1) di Cibitung, Kabupaten Bekasi; DCI-H2 di Karawang, dan DCI-E1 Jakarta. Secara kapasitas, tiga pusat data tersebut mencapai 83 megawatt (MW).
DCII sedang meningkatkan kapasitas DCI-H1 dengan membangun gedung kelima di lokasi tersebut. Gedung tersebut akan menambah kapasitas pusat data DCII hingga 36 MW dari total target penambahan kapasitas tahun ini sebesar 119 MW.
Baca Juga
Otto Toto Sugiri Beberkan Pengembangan DCI Indonesia (DCII) Berikut Ini
Rencana ekspansi di luar lokasi pusat data milik DCII saat ini diketahui sudah dalam tahap perencanaan. DCII berencana untuk membangun pusat data tambahan di lokasi baru, yakni Bintan, Kepulauan Riau.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (22/4/2024), pusat data DCII-H3 Sky Bintan dilakukan untuk menggaet pelanggan baru dari luar negeri, khususnya Singapura. Pusat data tersebut rencananya akan memiliki kapasitas 2.000 hingga 3.000 MW.

