Pertumbuhan Ekonomi 2024 Capai 5,03%, PDB Rp 22.149 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2024 mencapai 5,02% secara tahunan (yoy), sedangkan secara kumulatif tumbuh 5,03%. Adapun PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) tahun 2024 mencapai Rp 22.148,96 triliun.
“Ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan IV-2024 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) adalah Rp 5.674,93 triliun dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp 3.296,74 triliun,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantornya, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Sementara itu, jika dibandingkan secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,03%. Pertumbuhan ini karena catatan ADHB sebesar Rp 22.148,96 triliun dan ADHK yang sebesar Rp 12.920,28 triliun, lebih tinggi dari angka kumulatif ADHB 2023 sebesar Rp 20.892,35 triliun dan ADHK sebesar Rp 12.301,48 triliun.
Pada kuartal IV-2024 ini, seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Lapangan usaha utama yang memberi kontribusi besar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi, serta pertambangan.
“Dengan total share dari kelima lapangan usaha tersebut mencakup 63,34% dari total PDB,” kata dia.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tinggi yaitu jasa lainnya sebesar 11,36% secara tahunan. Amalia mengatakan pertumbuhan jasa lainnya didukung oleh aktivitas rekreasi seiring peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
“Lalu juga ada jasa perusahaan yang ditopang oleh agen perjalanan, penyelenggaraan tur dan jasa reservasi lainnya, selama periode Nataru 2024 dan peningkatan jamaah umroh maupun wisatawan lainnya,” ucap dia.
Sementara itu, untuk jasa transportasi pergudangan, peningkatan mencapai mencapai 7,92% secara tahunan. Peningkatan ini karena naiknya jumlah penumpang dan barang pada berbagai moda transportasi terutama saat libur Nataru.
Dari sumber pertumbuhannya, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi yaitu sebesar 1% secara tahunan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lapangan usaha seperti perdagangan yang menyumang sebesar 0,67% secara tahunan, dan konstruksi sebesar 0,58% secara tahunan, serta informasi dan komunikasi yang memberikan sumbangan sebesar 0,49% secara tahunan.
Dari sisi pengeluaran, secara tahunan, seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif. Komponen yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,71% dan tumbuh 4,98%.
“Disusul oleh PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) yang memberikan kontribusi sebesar 30,12% (secara tahunan) dan tumbuh 5,03% (secara tahunan)” kata dia.
Sementara itu, dari sisi perdagangan, pertumbuhan ekspor yang tumbuh 7,63% secara tahunan tercatat lebih rendah dari impor yang sebesar 10,36% secara tahunan. Dengan begitu, nett ekspor pada kuartal IV-2024 tercatat lebih rendah daripada kuartal IV-2023.

