Habis Diretas Indodax Malah Giveaway, Begini Tanggapan Bappebti
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait atas peretasan yang dialami oleh platform perdagangan aset kripto Indodax.
Kepala Bappebti Kasan mengatakan, Indodax telah memberikan penjelasan terkait dengan dugaan peretasan yang dialaminya ke Bappebti pada Rabu (11/9/2024) kemarin. Platform tersebut diketahui masih belum bisa diakses oleh pengguna karena masih dalam proses penanganan setelah informasi mengenai terjadinya peretasan mencuat ke publik.
"(Pemanggilan pihak Indodax) sudah dilakukan kemarin dan kita terus monitor (pantau) progres penangananya," katanya kepada Investortrust pada Kamis (12/9/2024).
Sementara terkait dengan program giveaway yang dilakukan oleh Indodax di tengah penanganan tersebut, Kasan enggan memberikan tanggapannya. Seperti diketahui, program tersebut mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, tak terkecuali pengacara yang juga putra dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Frank Hutapea.
Sebagai catatan, giveaway adalah sebuah strategi pemasaran yang umumnya dilakukan di media sosial dengan memberikan hadiah gratis kepada audiens media sosial. Hadiah itu sendiri sangat beragam dapat berupa produk, layanan, atau bahkan uang tunai maupun elektronik.
Kasan hanya menyebut pihaknya masih belum bisa memberikan laporan terkait upaya penanganan dugaan peretasan Indodax karena prosesnya masih berlangsung.
"Belum bisa kami laporkan karena masih berproses dan perlu waktu," ujarnya.
Baca Juga
Warganet hingga Anak Hotman Paris Sesalkan Indodax “Giveaway” saat Kasus Peretasan Belum Beres
Adapun, cuitan akun X (d/h Twitter) dan Instagram Indodax @indodax terkait dengan program giveaway yang menimbulkan kecaman adalah sebagai berikut:
"Nungguin sistem INDODAX up karena maintenance? Ada giveaway sebesar total 3 JUTA RUPIAH tiap 1 jam untuk 3 orang pemenang selama masih maintenance.
Caranya gampang, tulis di komentar Instagram @indodax alasan kenapa trading kripto di INDODAX. Jawaban akan dipilih secara secara acak," tulis Indodax.
Sebelumnya, Kasan mengatakan bahwa Indodax yang merupakan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) sudah dipanggil oleh Bappebti. Hal tersebut disampaikan Kasan di sela-sela rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024).
"Bappebti berkoordinasi dengan Indodax. Kami juga telah memanggil pihak Indodax untuk meminta klarifikasi terkait kasus tersebut. Saat ini, Indodax sedang dalam proses investigasi terhadap sistem yang diduga mengalami peretasan tersebut,” papar Kasan.
Kasan juga menjelaskan, Indodax kini tengah melakukan penutupan sistem secara menyeluruh untuk memastikan semua sistem beroperasi dengan baik.
“Untuk itu, Bappebti mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Indodax, agar tetap tenang dan tidak panik,” tegasnya.
Baca Juga
Indodax Akui Dugaan Peretasan, Bappebti Minta Investor Tidak Panik
Potensi Kerugian Hingga US$ 18,2 Juta
Seperti diketahui, berdasarkan cuitan di akun X (d/h Twitter) resmi perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts @CyversAlerts, Rabu (11/9/2024), Indodax diduga mengalami peretasan yang terdeteksi lewat beberapa transaksi mencurigakan.
“Peringatan Hai @indodax, sistem kami telah mendeteksi beberapa transaksi mencurigakan yang melibatkan dompet anda di jaringan yang berbeda. Alamat yang mencurigakan sudah menampung 14,4 juta USD dan menukar token ke Ether,” tulis akun X @CyversAlerts.
“Kami telah mendeteksi lebih dari 150 transaksi dan total kerugian US$ 18,2 juta, @indodax mohon ambil tindakan,” tulisnya lagi.
Saat transaksi tersebut pertama kali terdeteksi, ada alamat yang dilaporkan memegang aset senilai sekitar US$ 14,4 juta atau setara dengan Rp 221,8 miliar yang kemudian ditukarkan menjadi Ether (ETH).
Baca Juga
Indodax Akui Dugaan Peretasan, Bappebti Minta Investor Tidak Panik
Tak lama berselang, Cyvers Alerts kembali mendeteksi lebih dari 150 transaksi mencurigakan lainnya. Saat ini, total kerugian akibat peretasan tersebut diperkirakan mencapai US$ 18,2 juta atau sekitar Rp 280,3 miliar.
Menyusul transaksi tersebut, Investortrust mendapati bahwa seluruh aset di Indodax hingga posisi Kamis (12/9/2024) siang ini sedang mengalami pemeliharaan, sehingga saldo akun pengguna sementara tidak dapat diakses.

