Warganet hingga Anak Hotman Paris Sesalkan Indodax “Giveaway” saat Kasus Peretasan Belum Beres
JAKARTA, investortrust.id – PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) salah satu calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) mengalami serangkaian peretasan dengan kerugian yang diprediksi mencapai angka Rp 300 miliaran pada Rabu (11/9/2024) pagi. Bahkan sudah 24 jam berlalu akses ke Indodax juga masih belum bisa.
Di sisi lain banyak nasabah Indodax yang khawatir bahwa uang yang mereka taruh di Indodax akan lenyap akibat kasus peretasan ini. Meski begitu, Indodax mengaku siap mengganti kerugian nasabah secara penuh.
Di saat bersamaan, Indodax justru melakukan program giveaway. Giveaway adalah sebuah strategi pemasaran yang umumnya dilakukan di media sosial dengan memberikan hadiah gratis kepada audiens media sosial. Hadiah itu sendiri sangat beragam dapat berupa produk, layanan, atau bahkan uang tunai maupun elektronik.
Berikut postingan Indodax di X:
Nungguin sistem INDODAX up karena maintenance? Ada giveaway sebesar total 3 JUTA RUPIAH tiap 1 jam untuk 3 orang pemenang selama masih maintenance.
Caranya gampang, tulis di komentar Instagram @indodax alasan kenapa trading kripto di INDODAX. Jawaban akan dipilih secara secara acak.
Namun sayangnya program tersebut justru mendapat kritikan pedas dari para warganet termasuk anak sulung pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Frank Hutapea yang ternyata mengikuti jejak sang ayah.
“Publik dan nasabah butuh kejujuran dan disclosure dari Indodax. Bukannya malah buat giveaway,” kata pengacara tersebut kepada investortrust.id, Kamis (12/9/2024).
Meski secara hukum, giveaway tidaklah bermasalah, namun dalam hal ini bisa dilihat kurang tepat secara etika. Dalam hal ini, Frank menilai tim Indodax kurang baik dalam hal crisis management.
Senada, waraganet juga melontarkan hal-hal berikut di X Indodax:
Gosa giveaway2an, fokus kerja biar cepet up @yongagustinus
Butuh kepastian woi maintanance berapa lama? jam/hari atau lebih dari itu?@isonedihh
Sperti influencer kalo ada problem ujung”nya membuat GA, tidak ada yg salah tapi tolong urusin dlu sampe bener clear mint @txtdarifyp
Emang kasih give away gini bisa fair??? Terus mau pakai alasan pakai indodax di saat ini lagi maintenance? Emang ngak makin merusak citra nama baik? @Darkvidz
Baca Juga
Indodax Diretas Rugi Ratusan Miliar, Daftar Peretasan Kripto Tambah Panjang
Belum Tercatat Sebagai Anggota Bursa
Di sisi lain Indodax hingga saat ini belum menjadi anggota dari bursa berjangka kripto PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX).
Secara terpisah, Direktur Utama CFX Subani mengatakan, dengan bergabung di CFX, CPFAK tidak hanya memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga menunjukkan keberhasilan dalam menerapkan standar operasional yang tinggi termasuk dalam aspek transaksi dan keamanan, sesuai dengan aturan yang diterapkan dalam ekosistem CFX.
Sejauh ini, lebih dari 70% volume perdagangan aset kripto di Indonesia berada di bawah pengawasan ketat CFX. “Saat ini terdapat 10 CPFAK yang telah mendapatkan SPAB dan untuk CPFAK yang belum bergabung saat ini sedang aktif dalam upaya pemenuhan regulasi untuk menjadi anggota bursa," kata Subani dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).
Menanggapi hal ini, Frank mengatakan, keamanan dalam berinvestasi adalah hal yang sangat penting. Untuk itu, perlu dipastikan bahwa perusahaan yang dapat menerima dana nasabah sudah memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Makanya saya juga bingung, karena kalau mereka salah satu exchange terbesar, kenapa tampaknya kurang pro aktif untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku,” ujarnya seraya mengharapkan agar Bappebti bisa berperan lebih tegas lagi dalam hal ini.
Baca Juga
Indodax Akui Dugaan Peretasan, Bappebti Minta Investor Tidak Panik
Secara hukum, Frank mengatakan masalah ini masuk ranah cyber security. Untuk itu, ia menyarankan agar Indodax segera melapor karena ini delik aduan.
“Dengan kejadian Indodax ini yang jadi isu adalah cyber security. Hukumnya apa? Kalau mengikuti perlindungan data pribadi, sekarang buktinya, kalau Indodax tidak melapor, tidak ada case. Masalah ditangkap atau tidak itu urusan lain, minimal lapor dulu menggunakan UU Perlindungan Data Pribadi supaya polisi bisa menyidik. Kalau tidak melapor dan menyelidik sendiri justru bisa salah bertubi-tubi,” jelas ia.
Masih Proses Investigasi
CEO Indodax Oscar Darmawan membenarkan bahwa pihaknya diduga mengalami peretasan. Pernyataan ini dikutip dari siaran pers resmi yang dikirim oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan melalui surat elektronik (surel).
“Sistem transaksi kami betul diduga mengalami peretasan,” jelas Oscar dalam keterangan resmi yang Investortrust terima pukul 00:43 WIB, Kamis (12/9/2024).
“Untuk itu, kami melakukan investigasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap sistem yang ada,” sambung dia.
Oscar juga menerangkan bahwa selama proses investigasi dan pemeliharaan menyeluruh itu dijalankan, platform web dan aplikasi Indodax tidak dapat diakses. “Namun, tidak perlu khawatir, karena kami pastikan bahwa saldo pelanggan akan aman, baik secara kripto maupun rupiah,” tegasnya.
Dalam keterangan yang sama, Kepala Bappebti yakni Kasan membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan tentang dugaan Indodax mengalami peretasan pada sistem transaksi aset kripto.

