Semester II Diprediksi lebih Kuat, Begini Prospek Saham Antam (ANTM)
JAKARTA, investortrust.id – PT Aneka Tambang TBk (ANTM) dipertahankan rekomendsi beli dengan target harga Rp 2.000. Dipertahankannya target tersebut memperitmbangkan potensi performa operasional yang lebih baik pada kuartal III tahun ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Timothy Wijaya memperkirakan, optimis terhadap kinerja operasional dan keuangan perseroan lebih baik pada paruh kedua tahun ini. Hal ini didukung peluang penjualan sebanyak 3,4 ribu ton persediaan feronikel (FeNi) pada kuartal III tahun ini. Persediaan tersebut berasal dari stok kuartal II tahun ini.
Baca Juga
Antam (ANTM) Kemas Laba Bersih Rp 1,51 Triliun di Semester I-2024
Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa persetujuan RKAB perseroan yang baru diterima sejak 24 Juni 2024 akan membuat manajemen lebih agresif untuk terus menggenjot penjualan bijih nikel perseroan dari 700 ribu ton per bulan pada semester I-2024 menjadi sekitar 1,1 juta per bulan pada semester II tahun ini.
Antam, terang dia, juga akan terdorong penguatan harga emas bersamaan dengan peningkatan permintaan emas segmen ritel. “Secara keseluruhan, kami percaya percepatan volume penjualan produk perseroan mulai kuartal III tahun ini, sehingga target penjualan bijih nikel sebanyak 10 juta ton, FeNi sebanyak 20 ribu ton, dan penjualan emas 28 ton tercapai,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Selain proyeksi kenaikan volume penjualan, dia mengatakan, Antam (ANTM) bakal terdorong kenaikan rata-rata harga jual bijih nikel yang diprediksi berharga premium. Kenaikan volume penjualan ditambah rata-rata harga jual bijih nikel perseroan yang lebih tinggi diharapkan berdampak terhadap kenaikan pendapatan dari bijih nikel menjadi 15% pada semester II, dibandingkan semester I baru mencapai 8,4%.
Baca Juga
Antam (ANTM) Rilis Emas Batangan Seri ‘Indonesia Tanah Air Beta’ Jelang HUT ke-79 RI
Sentimen positif lain terhadap saham ANTM, menurut BRI Danareksa Sekuritas, datang dari kemungkinan menjadi pemilik minoritas pabri peleburan RKEF milik Tsingshan. Investasi ini menjadi pilihan terbaik, dibandingkan Pembangunan smelter baru atau mengakuisisi mayoritas saham smelter yang sudah jadi.
Sejumlah factor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.000. Target harga tersebut mempertimbangkan peluang kinerja operasional dan keuangan perseroan lebih baik pada paruh kedua tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan laba bersih ANTM capai Rp 2,89 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 3,07 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi turun dari Rp 41,04 triliun menjadi Rp 40,97 triliun tahun ini.
Grafik Saham ANTM

