Kinerja 2026 Diprediksi Lebih Kuat, Saham Antam (ANTM) Direkomendasikan Beli
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan lebih kuat tahun ini, seiring eskpektasi peningkatan volume bijih nikel dan pemulihan penjualan emas.
Peluang tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan taget harga Rp 4.800. Rekomendasi beli ini mencerminkan valuasi price to earnings (PE) pada 2026 sebesar 13 kali, sejalan dengan rata-rata historis lima tahun.
Baca Juga
Asal Usul Produksi Emas Dipertanyakan DPR, PT Antam (ANTM) Bilang Begini
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih ANTM menjadi Rp 8,90 triliun tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,20 triliun. Pendapatan juga diprediksi melambung menjadi Rp 114,65 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 84,64 triliun.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Andhika Audrey mengatakan, manajemen Antam (ANTM) mematok pertumbuhan lebih kuat tahun ini, seiring peningkatan volume bijih nikel dan pemulihan penjualan emas. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi.
Di antaranya ketidaksesuaian harga jual ferronickel akibat perbedaan antara harga patokan mineral (HMA) dan harga pasar, meskipun produksi relatif stabil di kisaran 16 ribu ton. ANTM juga menghadapi peluang kenaikan biaya operasional dengan cash cost penambangan nikel naik sekitar 12% akibat kenaikan harga bahan bakar serta biaya sulfur dan energi.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Rebound Terbatas Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin BUMI Layak Dilirik
“Meski demikian, dampak kebijakan levy ekspor diperkirakan terbatas karena sebagian besar eksposur ANTM hanya pada produk ferronickel,” tulis riset tersebut.
Tahun lalu, Antam mencatatkan kinerja tahunan tetap kuat dengan peningkatan pendapatan sebanyak 22% menjadi Rp 84,6 triliun. EBITDA melonjak 118% menjadi Rp 9,3 triliun dan laba bersih mencapai Rp 7,23 triliu.

