Pemerintahan Prabowo Mau Bangun 2 Juta Unit Rumah per Tahun
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintahan Prabowo – Gibran akan menggelar program pembangunan perumahan rakyat di kota dan di pedesaan untuk mengatasi backlog di hunian yang sebesar 12,7 juta unit. Seditaknya 2 juta unit rumah akan dibangun di pedesaan tiap tahunnya, dan di perkotaan akan dibangun 1 juta unit apartemen di tiap tahunnya.
Hal ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, salah satu anggota Tim Transisi pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka saat menjadi keynote speaker di diskusi Future of Indonesia Dialogue: Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar Apec Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
”Dalam program sementara ini Pak Prabowo setuju kita akan membangun setiap tahun 2 juta unit rumah di pedesaan, dan satu juta unit apartemen di kota setiap tahun,” kata Hashim yang saat itu hadir diundang sebagai Pengusaha Internasional Senior yang juga CEO Arsari Group.
Baca Juga
Hashim: Revenue Ratio Flat di 12,7%? Tidak di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Hashim menyebut, setelah ditunjuk oleh Prabowo sebagai ketua Satgas Perumahan dalam Tim Transisi Prabowo-Gibran empat bulan silam, ia segera mengundang sejumlah lembaga yang terkait dengan pengembangan hunian, seperti Bank Tabungan Negara (BTN) yang fokus pembiayaan perumahan, hingga Perumnas, serta Sarana Multigriya Finansia yang dipimpin Ananta Wiyogo, REI (Real Estate Indonesia).
Pertemuan digelar secara intens untuk merumuskan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan perumahan yang akan dicanangkan pemerintahan Prabowo – Gibran. Besaran dana yang akan ditetapkan di dalam RAPBN 2025 mendatang, menurut Hashim akan sebesar Rp 53 triliun.
Untuk pembangunan 2 juta unit perumahan di pedesaan, pemerintah nantinya akan mempercayakan pembangunan konstruksinya kepada UMKM dan Koperasi serta BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) setempat.
Baca Juga
Tiru China, Indonesia Bisa Cetak Pertumbuhan di Atas 8% Lewat Sektor Ini
“Perusahaan kontraktor konglomerat dilarang untuk masuk ke bidang ini. Ini untuk mendorong, mengembangkan UMKM, dan kita ingin menciptakan middle class baru. Karena kita sudah baca bahwa middle class Indonesia berkurang kalau tidak salah 9 juta orang,” kata Hashim, seraya menyebut bahwa skema pembangunan ini akan menjadikan UMKM serta BUMDes sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
Dalam kesempatan serupa, Hashim juga menyebut Indonesia bisa mencetak pertumbuhan double digit dalam periode pemerintahan Prabowo – Gibran, dengan cara meniru Pemerintah China yang selama 35 tahun sejak pemerintahan di bawah Deng Xiaoping giat membangun sektor perumahan.
Disampaikan Ketua Satgas Perumahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo selama periode 35 tahun sebelum terjadi krisis sektor perumahan di China beberapa tahun terakhir akibat pandemi, sektor perumahan di China mampu menyumbang pertumbuhan sebesar 25% dari GDP.
“Sebelum itu, selama 35 tahun, perumahan itu mencapai 25% dari GDP (China). (Sementara) Saya sudah pelajari angka-angka di Indonesia, kalau tidak salah GDP perumahan kita, termasuk sektor terkait Itu antara 9%-14%,” kata Hashim.
Baca Juga
Pemerintahan Prabowo Subianto Pastikan Buat Kementerian Perumahan dan Badan Penerimaan Negara
Menurut Hashim, jika Indonesia bisa meningkatkan GDP perumahan dari angka 14% saat ini menjadi 25% lewat program perumahan besar-besaran untuk menutupi backlog saat ini yang sebesar 12,7 juta unit, niscaya Indonesia bisa menambah laju pertumbuhan 1,5% hingga 2,5% per tahun.
“Nah di sini, Pak Prabowo sudah menetapkan target nasional kita minimal 8%, itu tidak termasuk perumahan. Kalau kita gabungkan dan masukkan perumahan sebagai prioritas nasional Kita bisa dapat dekat, melampaui 9%. Kita (mencapai pertumbuhan ekonomi) 9,5%, bisa mencapai 10% atau lebih,” papar Hashim.
Hashim di depan para peserta diskusi menyampaikan, jika Indonesia mau menjadikan program perumahan yang dilakukan China sebagai pedoman, maka tingkat pertumbuhan di atas 8% bukan mustahil bisa dicapai.

