Indonesia Jadi Pemain Kunci Industri Kripto di Asia Tenggara
BALI, investortrust.id – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), aplikasi kripto all-in-one kembali berpartisipasi sebagai sponsor untuk ketiga kalinya dalam festival kripto terbesar di Indonesia Coinfest Asia 2024. Chief Marketing Officer (CMO) PINTU Timothius Martin yang menjadi panelis bertemakan “Asian Exchanges Shaping the Global Kripto Scene” bersama tiga pemimpin exchange di Indonesia, Thailand, & Filipina, membahas secara mendalam bagaimana pasar kripto di Asia Tenggara memiliki potensi yang sangat besar.
Timothius Martin, CMO PINTU meyakini Indonesia bisa jadi pemain kunci pasar kripto global. “Saya percaya Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat penting bagi industri kripto secara global khususnya Indonesia yang bisa menjadi pemain kunci yang menonjol di Asia Tenggara karena didukung dengan banyak faktor positif. Di antaranya jumlah investor kripto yang mencapai 20 juta orang hingga nilai transaksi dalam enam bulan terakhir mencapai US$ 20 juta. Angka tersebut sangat besar yang disumbang dari satu negara saja. Jadi pasar kripto di Asia Tenggara punya potensi yang besar karena didukung oleh regulasi yang ramah sehingga membuat penggunanya bisa berinvestasi dengan aman,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (30/8/2024).
Baca Juga
PINTU Rilis Pintu Pro Web, Tawarkan Pengalaman Trading Canggih untuk Trader Pro
Indonesia menjadi negara yang tanggap dalam mengatur perdagangan aset kripto dengan berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (BAPPEBTI). Di antaranya aturan yang mengkategorikan bahwa aset kripto diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka, aturan tentang deretan aset kripto yang diizinkan untuk diperdagangkan, hingga peluncuran lembaga Self-Regulatory Organizations (SRO) yang diresmikan oleh BAPPEBTI untuk mengawasi perdagangan para pelaku usaha kripto agar dapat berlangsung dengan aman dan transparan.
“Kerangka regulasi yang jelas dari BAPPEBTI, hingga dukungan infrastruktur berbagai mitra dari bank-bank besar menjadikan industri kripto dalam negeri dapat tumbuh dengan baik. Saya meyakini juga, adopsi kripto yang sekarang baru mencapai 7% dari total jumlah populasi ini akan terus tumbuh karena potensinya masih sangat besar. Untuk mendukung peningkatan tersebut, kami akan fokus mengedukasi pasar domestik melalui platform aplikasi kripto all-in-one yang bisa digunakan untuk belajar menjelajahi dunia kripto,” ujar Timo.
Baca Juga
Bappebti Resmikan PINTU dan Pluang Sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto
Aplikasi PINTU menjadi perusahaan berbasis teknologi blockchain yang menghadirkan fitur investasi kripto terlengkap di Indonesia. Tiga fitur utamanya antara lain; aplikasi PINTU yang fokus pada investor pemula yang di dalamnya juga banyak fitur menarik seperti Pintu Earn, Limit Order, dan Auto Dollar-Cost Averaging (DCA).
Fitur kedua adalah Pintu Web3 Wallet sebuah wallet kripto yang memberikan kemudahan akses ke berbagai aset kripto, mengoleksi non-fungible token (NFT), berinteraksi ke beragam Decentralized Applications (dApps), platform Decentralized Finance (DeFi), hingga Decentralized Exchange (DEX). Fitur ketiga yang terbaru adalah Pintu Pro dengan advanced fitur bagi trader Pro.
“Coinfest Asia dihadiri dari berbagai negara tak terkecuali Eropa dan Amerika Serikat (AS). Saya melihat terdapat antusias dan minat yang besar untuk belajar tentang pasar kripto di Asia Tenggara ini yang memiliki banyak sekali keunikan dan use-cases kripto yang dapat dikembangkan seperti kripto remittance dan industri game. Spesifik pada industri game sendiri menjadi sektor yang sangat bersinggungan dengan kripto, ditambah jumlah gamers di Indonesia itu lebih dari 100 juta yang menjadikan potensi pengembangannya sangat besar. Hemat saya, pasar kripto Indonesia bisa menjadi kripto hub di Asia Tenggara dan dapat membentuk tren global dunia kripto saat ini dan masa depan,” tutup Timo.

