Laba Atribusi Adaro Energy (ADRO) US$ 880,18, Manajemen Ungkap Fakta Kinerja Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) membukukan penurunan laba periode berjalan menjadi US$ 880,18 juta pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 995,96 juta. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan pendapatan perseroan.
Rilis laporan kinerja keuangan ADRO mengungkap pendapatan turun dari US$ 3,47 miliar menjadi US$ 2,97 miliar. Penurunan tersebut berimplikasi terhadap penurunan laba usaha emiten yang dikendalikan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir ini dari US$ 1,17 miliar menjadi US$ 1 miliar.
Baca Juga
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Boy Thohir mengatakan, walaupun menghadapi fluktuasi harga batu bara termal maupun metalurgi, Grup Adaro mampu menunjukkan resiliensi kinerja keuangan berkat komitmen terhadap keunggulan operasional dan efisiensi. “Resiliensi sebagai cerminan dedikasi kolektif dari tim kami. Kami tetap berfokus pada eksekusi proyek dalam upaya untuk mengkonversikan visi jangka panjang kami menjadi nilai nyata bagi para pemegang saham,” tulisnya dalam penjelasan resminya di BEI, kemarin.
Dia melanjutkan, perseoran akan terus mempertahankan komitmen untuk memberikan pengembalian optimal bagi pemegang saham dalam bentuk dividen tunai maupun program pembelian Kembali saham.
Baca Juga
PT Adaro Indonesia Tbk (ADRO) Raih Penghargaan Wajib Pajak yang Tertib, Transparan dan Terbesar
Berdasarkan data, Adaro (ADRO) berhasil mencatatkan kenaikan volume penjualan batu bara sebanyak 7% menjadi 34,94 juta ton pada semester I-2024. Meski naik, perseroan justru mencatatkan penurunan pendapatan akibat pelemahan rata-rata harga jual batu bra perseroan mencapai 19%.
Terkait penyerapan belanja modal, dia menyebutkan, terjadi kenaikan 46% menjadi US$ 394 juta. Dana tersebut diinvestasikan untuk pembelian alat berat, tongkang, dan pengembangan infrastruktur pendukung. Dana juga digunakan untuk memulai investasi smelter aluminium beserta fasiltas pendukung lainnya. Sedangkan posisi kas bersih perseoran hingga akhir semester I-2024 masih mencapai US$ 1,55 miliar.
Grafik Saham ADRO

