Saatnya Berburu Saham Adaro (ADRO), Ini Buktinya
JAKARTA, investortrust.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) layak diburu dengan potensi kenaikan harga masih menggiurkan, seiring ekspektasi kenaikan volum penjualan batu bara pada paruh ke dua tahun ini. Prospek ini juga menggambarkan raihan kinerja keuangan paruh pertama sudah sesuai harapan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Christian Sitorus dan Erindra Krisnawan mengatakan, Adaro (ADRO) mampu untuk mempertahankan kinerja operasional dan keuangan tetap sehat pada kuartal II-2024, yaitu volum penjualan mencapai 18,5 juta ton batu bara atau naik 12% dari kuartal I-2024. Kenaikan tersebut menjadikan volume penjualan semester I-2024 mencapai 34,9 juta ton atua bertumbuh 7%.
Baca Juga
Cek 10 Saham Energi yang Undervalued, ITMG dan ADRO Masuk Daftar
Kenaikan volume penjualan didukung pertumbuhan volume produksi sebanyak 17,7 juta ton pada kuartal II atau terjadi penurunan akibat kondisi cuaca yang kurang baik. Meski demikian volume penjualan perseroan sebanyak 34,9 juta ton batu bara pada semester I-2024 sudah setara dengan 52% dari target atau sesuai ekspektasi.
Estimasi Kinerja ADRO
Memasuki semester II-2024, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, perlambatan produksi kemungkinan tak terjadi didukung faktor cuaca yang diharapkan lebih baik. “Kami melihat bahwa kondisi cuaca yang tak pasti kemungkinan tidak terulang kembali pada paruh kedua tahun ini, sehingga volume produksi dan penjualan ADRO diprediksi meningkat,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini.
Baca Juga
Siapkan Capex hingga US$ 700 Juta, Adaro Energy (ADRO) Beberkan Investasi Ini
Terkait rata-rata harga jual, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, diperkirakan mengalami penurunan tipsi pada paruh kedua. Namun penurunan harga tersebut diharapkan terimbangi dengan kenaikan volume penjualan.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan raihan laba bersih Adaro Energy (ADRO) tahun ini mencapai US$ 1,16 miliar, dibandingkan perolehan tahun 2023 sebanyak US$ 1,64 miliar. Sedangkan pendapatan diprediksi mencapai US$ 6,27 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya US$ 6,51 miliar.
Grafik Saham ADRO

