Kuasi Reorganisasi Tuntas, Bakrie & Brothers (BNBR) Kini Fokus Jalankan Bisnis dengan Catatan Buku yang Bersih
JAKARTA, investortrust.id - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menuntaskan proses kuasi reorganisasi atau restrukturisasi ekuitas dengan mengeliminasi saldo laba negatif. Alhasil, perseroan kini dapat fokus menjalankan bisnis dengan catatan buku yang bersih untuk melangkah lebih baik ke depan.
“Seluruh rangkaian proses kuasi telah dilewati dengan baik dan diselesaikan sesuai tata cara dan prosedur yang berlaku,” kata Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk, Roy Hendrajanto M Sakti dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id di Jakarta, Senin (26/8/2024).
Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kuasi reorganisasi adalah prosedur akuntansi untuk merestrukturisasi ekuitas dengan mengeliminasi saldo laba negatif.
Peraturan OJK menyatakan, kuasi reorganisasi dapat dilakukan emiten yang telah memenuhi sejumlah persyaratan, yaitu melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), serta terdapat saldo laba negatif material dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama tiga tahun terakhir.
Baca Juga
Lepas 10,63% Saham VKTR, Bakrie & Brothers (BNBR) Kantongi Rp 465 Miliar
Saldo laba negatif, menurut ketentuan OJK, dianggap material jika nilai absolutnya lebih dari 60% dari modal disetor dan 10 kali dari rata-rata laba tahun berjalan selama tiga tahun terakhir.
Syarat lainnya, perseroan memiliki prospek baik, yang dibuktikan adanya laba usaha atau laba operasional dan laba tahun berjalan dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama tiga tahun terakhir berturut-turut. Juga dalam laporan keuangan teraudit yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan kuasi reorganisasi.
Roy Hendrajanto menjelaskan, para pemegang saham Bakrie & Brothers menyetujui rencana kuasi reorganisasi dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 21 Juni 2024.
“Sampai berakhirnya jangka waktu pemberitahuan kepada kreditur pada 21 Agustus 2024, tidak terdapat kreditur perseroan yang melakukan sanggahan atau menyatakan keberatan terhadap rencana kuasi tersebut,” papar dia.
Menurut Roy Hendrajanto, perseroan mengantongi Keputusan Menkumham No AHU0052501.AH.01.02 Tahun 2024 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT Bakrie & Brothers Tbk pada 22 Agustus 2024.
Baca Juga
Bakrie & Brothers (BNBR) Genjot Bisnis Konstruksi Tiga Dimensi
Dengan diperolehnya persetujuan Menkumham tersebut, kata Roy, berarti pengurangan modal Bakrie & Brothers sehubungan dengan kuasi reorganisasi perseroan menjadi efektif.
“Alhamdulillah, kami bersyukur bahwa seluruh prosedur akuntansi dan peraturan dari segi hukum untuk melakukan kuasi telah tuntas,” tutur dia.
Fokus Jalankan Bisnis
Roy Hendrajanto menegaskan, Bakrie & Brothers kini dapat fokus menjalankan bisnis dengan catatan buku yang bersih untuk melangkah lebih baik ke depan. “Bakrie & Brothers terus berkomitmen memberikan nilai tambah yang optimal kepada para investor kami,” tandas Roy.
Dia mengakui, proses kuasi reorganisasi yang dilakukan Bakrie & Brothers membutuhkan energi dan waktu yang panjang. Soalnya, untuk melakukan kuasi, perseroan harus menjalani pekerjaan yang kompleks dan sangat rinci, yang berujung pada penyehatan neraca perseroan.
Roy mengemukakan, dengan komitmen, kerja keras, serta dukungan para investor dan para pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya, proses kuasi bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap suksesnya pelaksanaan Kuasi Reorganisasi BNBR ini,” ujar dia.
Roy optimistis kinerja Bakrie & Brothers pada masa mendatang makin baik. Dengan begitu pula, perseroan diharapkan mampu memberikan nilai tambah kepada para stakeholders-nya dengan membagikan dividen sebagai salah satu wujud nyata komitmen perseroan.
Dia menambahkan, melalui kuasi ini, Bakrie & Brothers berhasil menghapus defisit senilai Rp 19,5 triliun. Defisit itu di antaranya berasal dari nilai akumulasi laba rugi (defisit) pada periode 2011-2023.
Baca Juga
Lebih Ramping dan Sehat, Bakrie & Brothers (BNBR) Siap Melesat Lebih Cepat
Tujuan Kuasi Reorganisasi
Roy Hendrajanto menjelaskan, terdapat lima tujuan kuasi reorganisasi yang dilaksanakan Bakrie & Brothers. Pertama, melalui aksi korporasi ini, perseroan dapat memulai awal yang baru (fresh start) dengan neraca keuangan yang menunjukkan saldo laba tanpa dibebani defisit masa lampau.
Tujuan kedua, menurut Roy, adalah memperbaiki struktur ekuitas perseroan dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) menggunakan komponen ekuitas lain, seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak nonpengendali, dan penurunan modal saham.
“Ketiga, dengan kondisi neraca keuangan yang menunjukkan nilai sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau, perseroan diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan, jika diperlukan, dalam rangka pengembangan usaha,” papar dia.
Tujuan keempat, dengan tidak adanya saldo defisit, para pemegang saham mendapatkan dampak positif. “Soalnya, perseroan dapat membagi dividen sesuai peraturan yang berlaku, termasuk Undang-undang Perseroan Terbatas (UUPT),” tutur Roy.
Tujuan kelima yaitu meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham Perseroan. “Hal ini juga diharapkan bakal meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan sebagai tujuan keenam,” ucap Roy.
Performa Keuangan Membaik
Roy Hendrajanto mengungkapkan, dari tahun ke tahun, Bakrie & Brothers secara konsisten menunjukkan tren performa keuangan yang membaik. Itu antara lain tercermin pada peningkatan pendapatan sebesar 16,24% CAGR (tingkat pertumbuhan majemuk tahunan) selama periode 2021-2023.
Peningkatan pendapatan ini, kata Roy, sebagian besar berasal dari perkembangan bisnis perseroan melalui entitas anak PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang bergerak di bidang penjualan kendaraan listrik serta PT Bakrie Metal Industries (BMI) dan entitas anak perseroan yang bergerak di bidang fabrikasi baja bergelombang, fabrikasi pipa baja, serta konstruksi baja.
“Peningkatan pendapatan lainnya berasal dari PT Bakrie Indo-Infrastructure (BIIN) yang bergerak di bidang pembangunan dan jasa infrastruktur, termasuk infrastuktur telekomunikasi,” ujar dia.
Roy mengemukakan, tren performa positif itu juga terlihat pada meningkatnya laba usaha perseroan selama tiga tahun berturut-turut, masing-masing Rp 20,69 miliar, Rp 231,91 miliar, dan Rp 348,31 miliar, dengan rata-rata margin laba usaha sebesar 5,51%.
Roy mengatakan, Bakrie & Brothers pada Desember 2023 telah menyelesaikan restrukturisasi sebagian besar kewajiban kepada kreditur. Alhasil, kinerja perseroan pada tahun berikutnya menjadi lebih baik.
Baca Juga
Pertamina dan Bakrie & Brothers (BNBR) Teken MoU, Siap Kembangkan IISI di IKN
Dia menuturkan, pada 2021 hingga 2023, Bakrie & Brothersmemiliki laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk masing-masing sebesar Rp 63,67 miliar pada 2021, Rp 266,13 miliar pada 2022, dan Rp 237,46 miliar pada 2023.
“Rata-rata laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dalam tiga tahun sebesar Rp 189,09 miliar,” tegas Roy.
Selanjutnya, menurut Roy, Bakrie & Brothers memiliki prospek yang baik. Itu dibuktikan laba tahun berjalan yang positif dalam laporan keuangan konsolidasian tahunan yang diaudit selama tiga tahun berturut-turut, masing-masing sebesar Rp 86,78 miliar pada 2021, Rp 306,15 miliar pada 2022, dan Rp 264,46 miliar pada 2023.

