Pertamina dan Bakrie & Brothers (BNBR) Teken MoU, Siap Kembangkan IISI di IKN
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) dan PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana kerja sama Pengembangan Infrastruktur Shared Hub di Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (26/3/2024).
Kolaborasi antara Pertamina dengan Bakrie & Brothers ini adalah untuk memastikan keberhasilan pengembangan International Institute of Sustainability Indonesia (IISI) sebagai penggerak utama IKN.
“Ini merupakan langkah awal dari journey kita dalam membangun International Institute of Sustainability Indonesia (IISI) dan tentu saja skema yang kita usung ini sangat menarik,” kata Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, dalam acara penandatanganan MoU di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Baca Juga
Bukan ‘Omon-Omon’, Bakal Ada Mobil Terbang ‘Made in’ Korea dan China di IKN
Nicke menyebut kerja sama ini menarik karena melibatkan pemerintah, private sector, dan universitas global, yang dalam hal ini adalah Universitas Stanford. Ia menilai kehadiran Universitas Stanford akan memperkaya apa yang akan dibangun bersama.
“Terima kasih kepada Mas Anin (Anindya Bakrie) yang kemudian bisa menjembatani membawa Stanford untuk datang dan memberikan keyakinan kepada kita semua bahwa kita tidak main-main, bahwa kita serius di sini, karena kita bisa menggandeng university kelas dunia di IKN ini,” sebut Nicke.
Chief Executive Officer PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Bakrie (kedua dari kiri) dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menandatangani kesepakatan Pengembangan Infrastruktur Shared Hub di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Pengembangan International Institute of Sustainability Indonesia (IISI), di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (26/3/2024) disaksikan oleh Wakil Presiden Direktur Grup Bakrie A Ardiansyah Bakrie (kiri) dan Ketua Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susantono. Foto: Investortrust/Bakrie Group.
Pengembangan IISI sendiri dipandang oleh Nicke sebagai fondasi yang sangat penting, karena Indonesia sejatinya sudah memiliki banyak sumber daya alam, dari mulai fossil energy, new energy, hingga renewable energy untuk mencapai net zero emission.
Baca Juga
Pertamina NRE dan VKTR Kembangkan e-Mobility as a Service, Percepat Adopsi Mobilitas Berkelanjutan
Maka dari itu, ia menilai langkah pertama yang harus dilakukan dalam membangun sustainability Indonesia adalah dengan peningkatan akuisisi teknologi ataupun pengembangan teknologi yang sekaligus bisa melakukan peningkatan atau upskilliing, reskilling dari sumber daya yang ada.
Dari kiri ke kanan: Wakil Presiden Direktur Grup Bakrie A Ardiansyah Bakrie, Chief Executive Officer PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Bakrie, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dan Ketua Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susantono berfoto bersama usai menandatangani kesepakatan antara PT Pertamina (Persero) dan PT Bakrie & Brothers Tbk, di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (26/3/2024). Foto: Investortrust/Bakrie Group.
“Jadi kita punya semua jawabannya di sini. Yang kita belum punya puzzle-nya tuh adalah teknologi. Otomatis kalau kita bawa teknologi ke sini, apalagi kita bawa partner, maka teknologi transfer akan terjadi. Karena kita punya resources, kita punya pasar, terus kita menguasai teknologinya, dengan sumber daya yang siap karena kita akan bangun International Institute of Sustainability Indonesia di IKN,” papar Nicke.

