Perluas Ekspor ke Vietnam, Sido Muncul (SIDO) Incar Pertumbuhan Laba 10% Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berencana menggarap pasar ke negara ekspor baru diantaranya Vietnam di tahun 2024. Upaya ini merupakan bagian dari strategi SIDO dalam mengejar target pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar 10% tahun ini.
Selain memperluas negara tujuan ekspor, SIDO akan mendorong produk-produk barunya masuk pasar ekspor salah satunya permen. "Kami juga akan terus memperkuat kesadaran dan distribusi produk, terutama ke di beberapa negara fokus ekspor,’’ urai Manajemen SIDO dikutip dari bahan presentasi Paparan Publik Perseroan yang dilansir pada laman resmi BEI, Rabu (21/8/2024).
Sepanjang semester I-2024, penjualan ekpor memberikan kontribusi sebesar 8% dari total penjualan SIDO, angka tadi konsisiten meningkat dari sebesar 5,8% pada tahun 2023, dan sebesar 3,9% di tahun 2022. Sedangkan tahun 2021 sebesar 3,6%.
Baca Juga
Laba Semester I Melonjak, Saham Sido Muncul (SIDO) Direvisi Naik
Adapun Tolak Angin dan minuman berenergi Kukubima memberikan kontribusi dominan pada penjualan ekpor SIDO.
Sementara untuk pasar domestik, SIDO berupaya meningkatkan kualitas saluran distribusi (outlet), meningkatkan dan memperluas penetrasi produk baru, seperti Tolak Angin untuk Batuk, Esemag, Alang Sari Cool RTD, serta langkah penguatan media sosial untuk mendukung kesadaran produk dan merek.
‘’Dari sisi pengelolaan beban kami memantau efektivitas belanja Iklan dan promosi untuk meningkatkan kinerja penjualan, serta meningkatkan produktivitas karyawan dan mengurangi rasio beban tetap,’’ ulas Manajemen SIDO.
Untuk mendukung target pertumbuhan kinerja tahun ini, SIDO menganggarkan belanja modal sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar. Dari jumlah tersebut perseroan telah menggunakan dana capex sebesar Rp 27 miliar sepanjang semester I-2024.
Baca Juga
Adopsi AI, Telkom (TLKM) Umumkan Kolaborasi dengan Singtel dan Bridge Alliance
Terakit kinerja, hingga semester I-2024, SIDO mencatat penjualan sebesar Rp 1,89 triliun, tumbuh 14,7% secara year on year (yoy) dari Rp 1,65 triliun di semester I-2024.
Kontribusi penjualan didominasi oleh produk herbal dan suplemen sebesar Rp 1,14 triliun,naik 11% yoy, kemudian divisi makanan dan minuman Rp 717 miliar naik 20% yoy dan farmasi sebesar Rp 66 miliar naik 20% yoy.
Sedangkan laba bersih tercatat sebesar Rp 608 miliar di semester I-2024, naik 36% yoy dari Rp 448 miliar di semester I-2024. Margin laba bersih tercatat naik 32% dari angka 27% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Grafik Harga Saham SIDO secara Ytd:

