Laba Sido Muncul (SIDO) Melesat 23,18% di 2024, Sedangkan 2025 Ditargetkan Naik Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 23,18% menjadi Rp 1,17 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 950,64 miliar. Sedangkan pertumbuhan pendapatan dan laba tahun ini diproyeksikan capai 10%.
Manajemen Sido Muncul (SIDO) dalam rilis laporan kinerja keuangan, Jumat (7/3/2025) menyebutkan bahwa kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan penjualan sebanyak 10% dari Rp 3,56 triliun menjadi Rp 3,91 triliun. Kenaikan juga ditopang penurunan beban umum dan beban lain-lain.
Baca Juga
Target Saham Sido Muncul (SIDO) Dipangkas Saat Kinerja Dilaporkan Naik, Kok Bisa?
Sedangkan penopang pertumbuhan penjualan produsen jamu terbesar di Indonesia ini bersal dari peningkatan volume, ekspansi pasar berkelanjutan, dan inovasi produk, serta penguatan posisinya sebagai pemimpin industri herbal di Indonesia.
Dirut SIDO David Hidayat
SIDO menyebutkan pertumbuhan kinerja juga ditopang kenaikan penjualan internasional mencapai 36%. Segmen ini berkontribusi 7% terhadap total pendapatan tahun 2024. Kenaikan ini didukung ekspansi strategis ke Asia Tenggara dan Afrika, kehadiran merek yang lebih mendalam, dan peningkatan adopsi konsumen. “Kontribusi penjualan internasional SIDO meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak tahun 2020. Hal ini menunjukkan strategi ekspansi global yang sukses dan berkelanjutan,” tulis manajemen SIDO.
Kenaikan juga didukung novasi produk. Tahun 2024, SIDO telah meluncurkan sepuluh produk baru, termasuk Tolak Angin Cair untuk Batuk, berbagai Sido Muncul Natural Supplements, serta varian baru F&B, sesuai dengan tren kesehatan konsumen.
Baca Juga
Wall Street Turun Tajam di Tengah Ketidakpastian Tarif, Dow Jones Merosot Lebih dari 400 Poin
Sido Muncul (SIDO) juga berhasil menorehkan margin laba bruto meningkat menjadi 59% yang mencerminkan efisiensi operasional, skala ekonomi, dan harga bahan baku segmen makanan dan minuman yang lebih rendah. Laba operasi melonjak 24% menjadi Rp 1,47 triliun terdorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi dan manajemen biaya yang efektif.
Terkait tahun 2025, SIDO akan kembali menerapkan perluasan jaringan distribusi, memperkuat penetrasi pasar, dan mempercepat inovasi produk. Langkah ini diharapkan mendukung target pertumbuhan sebanyak 10% penjualan dan laba bersih.
“Dengan memanfaatkan ekuitas merek yang kuat, posisi keuangan yang solid, dan komitmen terhadap inovasi, perusahaan tetap berada pada posisi yang kuat untuk menangkap peluang di pasar herbal dan kesehatan konsumen yang terus berkembang, untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” tulisnya.

