Laba Semester I Melonjak, Saham Sido Muncul (SIDO) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – Prospek dan target harga saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul direvisi naik, seiring dengan lompatan laba bersih sebanyak 35,79% menjadi Rp 608,49 miliar pada semester I-2024, dibandingan realisasi tahun lalu Rp 448,10 miliar. Revisi naik juga mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja pada paruh kedua tahun ini.
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa realisasi laba tersebut telah merefleksikan 53% dari total target laba bersih SIDO yang diberikan Sucor Sekuritas dan consensus analis. Lompatan laba tersebut ditopang kenaikan penjualan bersamaan dengan penurunan biaya bahan baku yang berimbas terhadap kenaikan net margin dari 27,1% menjadi 32,1%.
Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania mengatakan, tren pertumbuhan kinerja keuangan tersebut diharapkan berlanjut pada paruh kedua tahun ini. Pertumbuhan didukung sejumlah factor, seperti jelang musim hujan yang berimbas positif terhadap penjualan produk perseroan.
Baca Juga
Laba Sido Muncul (SIDO) Melesat di Semester I, Lampaui Estimasi?
“Pertumbuhan juga didukung komitmen perseroan untuk mewujudkan kenaikan penjualan dan laba bersih lebih dari 10% tahun ini. Pertumbuhan juga didukung rencanan ekspansi penjualan ekspor ke Vietnam bersamaan dengan peningkatan jangkauan penjualan produk perseroan di pasar domestic dan luar negeri,” tulisnya dalam riset tersebut yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Estimasi Kinerja Keuangan SIDO
Sumber: Sucor Sekuritas
Sucor Sekuritas memperkirakan rata-rata pertumbuhan tahunan laba bersih SIDO mencapai 14% pada 2023-2028. Pertumbuhan akan didukung peningkatan volume penjualan bersamaan biaya bahan baku yang terkendali, yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan.
Berbagai factor tersebut mendorong Sucor Sekuritas merevisi naik target harga saham SIDO menjadi Rp 880 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target ini mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 20,1 kali. Saham SIDO juga layak jadi pilihan didukung kemampuan kuat untuk menghasilkan arus kas positif kuat dan neraca keuangan yang bagus.
Baca Juga
Tanda-Tanda Pemulihan Sido Muncul (SIDO) Terlihat, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Manajemen SIDO melalui rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (24/7/2024), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 1,89 triliun. Sebaliknya pertumbuhan beban pokok penjualan lebih rendah dari Rp 776,25 miliar menjadi Rp 792,88 miliar.
Alhasil laba bruto perseroan melambung dari Rp 877,54 miliar menjadi Rp 1,10 triliun. Perseroan juga berhasil menekan beban umum dan administrasi serta beban lain-lain. Hal ini membuat pertumbuhan laba usaha meningkat dari Rp 562,86 miliar menjadi Rp 759,40 miliar.
Kenaikan tersebut menjadikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat dari Rp 448,10 miliar menjadi Rp 608,49 miliar. Sedangkan laba per saham melesat dari Rp 14,94 menjadi Rp 20,28 per saham.
Grafik SIDO

