Penguatan Sinergi Telkom (TLKM) dan GOTO bisa Lahirkan Sumber Pendapatan Baru
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan sinergi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bisa menjadi strategi baru untuk mendorong pertumbuhan kedua emiten ini dalam jangka Panjang. Sinergi juga diprediksi dapat mendatangkan sumber pendapatan baru bagi kedua perusahaan di masa mendatang.
Demikian penjelasan Analis Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta dan Analis Henan Putihrai Reza Fahmi Riawan kepada investortrust.id di Jakarta, belum lama ini. Hal itu terkait dengan Upaya Telkom (TLKM) untuk mendorong sinergi dengan GOTO ke depan.
Direktur Utama Telkom (TLKM) Ririek Andriansyah sebelumnya mengatakan bahwa perseroan akan terus mendorong peningkatan nilai sinerni (synergy value) dengan GOTO. Nilai sinergi ditarget bertumbuh sebesar 20% per tahun.Total nilai synergy yang dihasilkan Telkom mencapai Rp 1,7 triliun tahun 2023 dan diharapkan meningkat menjadi Rp 2,04 triliun tahun ini.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Optimistis Nilai Sinergi dengan GOTO Bisa Tembus Rp 2 Triliun Tahun Ini
“Sinergi antara TLKM dan GOTO harus dilakukan untuk meningkatkan performa kedua Perusahaan. Sinergi ini sangat penting untuk mendatangkan sumber pertumbuhan pendapatan baru bagi kedua perusahaan. Yang jelas sinergi bisa meningkatkan performa ataupun kinerja Perusahaan, jika berjalan dengan baik,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Penguatan sinergi kedua perusahaan, terang dia, bisa mengeksplorasi potensi sumber pendantan baru yang sifatnya bisa menambah performa kedua perusahaan dan diharapkan berdampak positif terhadap laba bersih perseroan ke depan.
“Sinergi bisa saja dilakukan dengan penyatuan aplikasi GOTO dengan aplikasi yang dimiliki Telkom. Misalnya, platform Gojek atau GOTO bisa diakses melalui aplikasi MyTelkomsel ataupun sebelaiknya. Dengan demikian pelanggan yang berada dalam ekosistem Telkom dan GOTO dipermudah dalam transaksi dan aksesibilitas,” terangnya.
Terkait prospek saham TLKM dan GOTO, Nafan mengatakan, keduanya layak dipertahankan beli dengan potensi penguatan ke depan. Saham TLKM direkomendasikan dengan akumulasi beli dengan target harga Rp 3.700 dan saham GOTO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 74.
Baca Juga
Saham Dian Swastika (DSSA) kian Perkasa, Jauh Tinggalkan Market Cap Telkom (TLKM)
Target harga tersebut didasarkan pada pola teknikal dan fundamental perseroan. Menurut dia, saham GOTO sudah mulai konsisten bergerak di atas level Rp 50. ”Menurut pergerakan harga saham GOTO cukup prudent secara teknikal. Begitu juga secara fundamental prudent dengan tingkat profitabilitas terus berlanjut,” terangnya.
Meski GOTO masih mencatatkan rugi bersih yang besar hingga semester I-2024, dia mengatakan, investor perlu memahami bahwa rugi bersih tersebut telah mengalami penurunan drastic dalam beberapa semester terakhir. ”Net loss kan sudah lebih rendah, dibandingkan dengan net loss pada laporan keuangan sebelumnya. Secara year on year, GOTO sudah mulai impresif,” terangnya.
Apabila GOTO bisa mencapai titik impas EBITDA, bahkan cetak laba bersih, dia menyebutkan, bukan tidak mungkin pertumbuhan laba emiten teknologi ini akan pesat, bahkan bisa mengalahkan pertumbuhan pendapatan, terutama datang dari sisi gross transaction value dan gross merchandise value.
Sinergi Pertumbuhan
Pandangan positif juga datang dari analis Henan Putihrai Reza Fahmi Riawan. Menurut dia, sinergi TLKM dan GOTO akan berdampak positif terhadap pendapatan keduanya.
”Kolaborasi dengan GoTo dapat membuka akses Telkom pada segmen pasar yang lebih luas, terutama dalam hal digital dan e-commerce. Integrasi aplikasi MyTelkomsel dengan GoTo bisa meningkatkan penggunaan layanan Telkom dan memberikan peluang baru untuk monetisasi,” terangnya.
Baca Juga
Menengok Peluang GOTO dan GRAB Masuk Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah, Siapa Diuntungkan?
Lebih penting lagi, terang dia, sinergi Telkom dapat memanfaatkan teknologi dan platform GoTo untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi. GOTO, sebagai platform teknologi besar dengan basis pengguna yang luas, memberikan Telkom peluang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, baik dari sisi individu maupun bisnis.
Sedangkan bagi GOTO, terang dia, penguatan sinergi membuka peluang untuk mengakses infrastruktur telekomunikasi yang kuat, seperti jaringan 4G/5G dan layanan lainnya, yang bisa meningkatkan kualitas dan jangkauan layanannya.
Tak hanya itu, menurut dia, kolaborasi teknologi melalui sinergi ini memungkinkan GoTo untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi dan produk baru yang dapat memperluas penawaran layanan mereka. “Integrasi dengan MyTelkomsel bisa meningkatkan pengalaman pengguna GoTo, memberikan akses mudah ke berbagai layanan, dan meningkatkan retensi serta engagement pengguna,” terangnya.
Puncak dari sinergi tersebut, terang Reza, akan menjadi jalan ke luar untuk melanjutkan pertumbuhan kedua perusahaan dengan beberapa cara. Di antaranya, inovasi dan diversifikasi melalui penggabungan kekuatan masing-masing untuk menciptakan solusi baru dan lebih inovatif dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.
Pertumbuhan juga bisa dicapai dengan penetrasi pasar, yaitu sinergi ini memungkinkan kedua perusahaan untuk memasuki pasar baru dan memperluas jangkauan mereka. “Ini penting terutama dalam sektor yang sangat kompetitif, seperti teknologi dan telekomunikasi,” terangnya.
Baca Juga
Rugi Bersih GOTO Terpangkas 62%, On Track Menuju Profitabilitas
Sinergi juga bisa menjadi upaya penguatan posisi kompetitif, yaitu kolaborasi yang solid dapat memperkuat posisi masing-masing perusahaan di pasar dan meningkatkan daya saing terhadap rival-rival utama.
Sedangkan dampak positifnya bagi saham TLKM dan GOTO. “Secara keseluruhan, sinergi antara Telkom dan GoTo memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan kinerja keuangan kedua perusahaan. Namun, keberhasilan kolaborasi ini sangat bergantung pada eksekusi yang efektif dan kemampuan masing-masing perusahaan untuk mengintegrasikan dan memanfaatkan sumber daya serta peluang yang ada,” ungkapnya.
Grafik Saham TLKM dan GOTO dalam Setahun

