Menengok Peluang GOTO dan GRAB Masuk Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah, Siapa Diuntungkan?
JAKARTA, investortrust.id – Implementasi program makan bergizi gratis atau makan siang gratis kemungkinan menggandeng perusahaan teknologi, seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) maupun Grab Holdings. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pendistribusian maupun pengawasan program tersebut ke sekolah-sekolah.
Pemerintah baru mendatang bisa saja mengandalkan pedagang Gofood maupun Grabfood sebagai penyedia makanan bergizi. Sedangkan pengantaran menggunakan jasa aplikasi itu juga, seperti Gojek dan Grab, dengan pendanaan seluruhnya berasal dari pemerintah.
Baca Juga
Gibran Coba Berbagai Skema Makan Bergizi Gratis agar Maksimal
Head of Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa uji coba pelaksanaan program makan bergizi gratis tengah dilakukan di lima sekolah di Bogor. Proyek tersebut menyediakan 500 paket makanan gratis yang melibatkan 40 pengemudi Go-Ride per sekolah. Sedangkan nilai anggaran per siswa mencapai Rp 14,900.
Berdasarkan data, terang dia, take-rate GoFood berkisar 20-30%, tetapi take-rate program makan siang gratis kemungkinan lebih rendah berkisar berkisar 5-10%, karena volume besar. “Berdasarkan kalkulasi kami, program ini bisa menambah GMV GOTO mencapai Rp 30 triliun dan berkontribusi minimal Rp 1,5 triliun terhadap total pendapatan setiap tahun, sehingga program ini menjadi katalis kuat bagi GOTO ke depan,” terangnya.
Meski demikian, dia mengatakan, GOTO akan menghadapi sejumlah tantangan dalam membangun infrastruktur untuk ambil bagian dalam program ini, seperti penyediaan sopir aplikasi Gojek di sejumlah daerah terpencil di seluruh daerah Indonesia. Dengan perkiraan total pengemudi sekitar 800 ribu orang, GOTO harus menambah jumlah pengemudi menjadi 2,5 juta orang.
Baca Juga
Rugi Bersih GOTO Terpangkas 62%, On Track Menuju Profitabilitas
Jika program ini dilaksanakan dengan sukses, dia mengatakan, reputasi pemerintah Prabowo-Gibran akan meningkat di mata investor asing. Indonesia juga bisa menjadi tolok ukur bagi negara berkembang lainnya, karena berhasil menjalankan program bantuan sosial yang sepenuhnya dilaksanakan secara digital dan pertama di dunia.
Pelaksanaan program dengan melibatkan ekosistem digital ini juga bisa menjadi signal bagi kebijakan pemerintah dalam pengimplementasian digitalisasi di seluruh segmen ke depan. Program makan bergizi gratis secara digital ini juga bisa berimbas terhadap perbaikan makro ekonomi, khususnya penguatan konsumsi rumah tangga berpendapatan rendah yang masuk dalam eksositem GoTo.
“Keterlibatan perusahaan teknologi berarti pemerintahan Prabowo-Gibran dapat melacak efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggara bernilai Rp 71 triliun. Hal ini juga meminimalkan ruang korupsi dan memastikan efek ganda program tersebut terhadap ekonomi bangsa,” terangnya.
Grafik Saham GOTO

