Melantai di Bursa, Saham Esta Indonesia (NEST) Melesat 35%
JAKARTA, investortrust.id – Peternak atau pembudidaya burung walet, PT Esta Indonesia Tbk (NEST) resmi mencatatkan saham perdana (listing) sebagai emiten ke-34 tahun 2024 di Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/8/2024).
Jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 4,11 miliar lembar. Saham free float tersebut terdiri dari sebanyak 3,29 miliar saham pendiri, sedangkan saham yang diterbitkan dalam rangka penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebanyak 822 juta lembar.
Saham IPO mewakili maksimal sebanyak 20% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pasca IPO, dengan nilai nominal Rp 50 per unit.
Perseroan menetapkan harga perdana saham Rp 200 per unit, sehingga dana yang berhasil diraup dari hajatan IPO mencapai Rp 164,50 miliar.
Baca Juga
Eksportir Sarang Burung Walet (NEST) Listing Besok, Begini Gambaran Valuasi Sahamnya
Dipantau beberapa saat setelah listing di BEI pukul 09.00 WIN, saham NEST tancap gas menguat sebesar 35% ke level Rp 270 per saham. Saham ini ditransaksi dengan volume sebanyak 243.396 kali dengan 2.765 kali dan nilai transaksi sebesar rp 6,57 miliar.
Direktur Utama PT Esta Indonesia Tbk, Hoo Anton Siswanto menjelaskan rencana penggunaan dana hasil IPO. Dikatakan, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan Penawaran Umum ini akan digunakan oleh Perseroan sekitar 7,57% untuk belanja modal (capital expenditure) berupa tanah dan bangunan yang nantinya akan dimanfaatkan oleh Perseroan sebagai rumah sarang burung walet yang berlokasi di Poso, Sulawesi Tengah.
Berdasarkan prospectus IPO disbeutkan, aset yang diincar merupakan milik pihak afiliasi yaitu Hoo, Anton Siswanto selaku Direktur Utama dan Pemegang Saham Pengendali Perseroan.
Kemudian, sekitar 18,93% akan digunakan oleh Perseroan untuk penyetoran modal kepada Entitas Anak, yaitu PT Tunas Esta Indonesia (PT TEI), yang selanjutnya akan digunakan oleh PT TEI sebagai belanja modal berupa pembelian 6 bidang tanah dan bangunan.
Baca Juga
Gelar Bookbuilding, Perusahaan Sarang Burung Walet Ini Incar Dana IPO Rp 164,50 Miliar
Aset tersebut menjadi satu kesatuan, yang mana sebuah bangunan tersebut akan digunakan sebagai kantor operasional PT TEI dan sekaligus pabrik dengan estimasi kapasitas produksi sebesar 35 ton per tahun dan terletak pada 1 area yang sama.
Sementara sisanya akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan Perseroan. Modal kerja digunakan diantaranya untuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji, pembelian alat dan bahan pendukung kegiatan operasional, serta untuk membiayai kegiatan operasional.
Sebagai catatan, saat ini atau sebelum IPO saham PT Esta Indonesia Tbk dikuasai oleh Hoo Anton Siswanto dengan porsi kepemilikan 91,99%, sisanya dipegang oleh Djoko Hartanto sebesar 0,09%.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2000 sebagai bisnis keluarga dan memiliki pabrik yang beralamat di Terboyo Industrial Park, Semarang. Perseroan juga telah memiliki 9 rumah burung walet sendiri dan ke depannya berkomitmen terus menambah jumlahnya khususnya di Kawasan Timur Indonesia.
Hoo Anton Siswanto mengatakan, di dunia ada dua negara yang berperan penting dalam industri sarang burung walet yaitu pertama, Indonesia sebagai produsen bahan baku yang menguasai lebih dari 75% produksi sarang burung walet dunia yang memiliki kekuatan sangat besar. Kedua, Tiongkok merupakan konsumen terbesar di dunia, dimana sekitar 80% produksi dunia diserap oleh Tiongkok.
“Perseroan merupakan eksportir sarang burung walet pertama (pioneer) yang dapat mengirim sarang burung langsung ke Tiongkok,’’ ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Kamis (8/8/2024).
Dikatakan, saat ini Perseroan merupakan salah satu eksportir terbesar sarang burung walet yang melakukan ekspor langsung ke Tiongkok. Selain negara tujuan ekspor Tiongkok, Perseroan juga melakukan ekspor ke negara lainnya seperti Hongkong, Singapura, Jepang, Australia dan Amerika Serikat.

