Eksportir Sarang Burung Walet (NEST) Listing Besok, Begini Gambaran Valuasi Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Peternak atau pembudidaya burung wallet, PT Esta Indonesia Tbk (NEST) dijadwalkan melakukan pencatatan perdana saham (listing) sebagai emiten ke-34 tahun ini di Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/8/2024) besok.
Dalam hajatan initial public offering (IPO), Perseroan menerbitkan dan menawarkan sebanyak 822 juta lembar saham atau mewakili maksimal sebanyak 20% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan pasca IPO, dengan nilai nominal Rp 50 per unit.
Adapun harga pelaksanaa IPO ditetapkan sebesar Rp 200 per saham, sehingga perusahaan eksportir sarang burung walet terbesar ini meraup dana segar hasil IPO sebesar Rp 164,50 miliar.
Aksi korporasi ini dibantu oleh PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. KGI Sekuritas telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) atas sisa saham yang tidak terpesan atau terserap dalam IPO tersebut.
Baca Juga
OJK Tetapkan Saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST) Sebagai Efek Syariah
Mengacu pada harga perdana Rp 200 per saham, Tim Riset PT Minna Padi Investama Sekuritas mencermati, bila mengacu pada kinerja keuangan terkini (per 31 Januari 2024) dan dibandingkan dengan jumlah saham setelah IPO yang mencapai 4,11 miliar lembar saham, maka EPS trailing twelve months (TTM) yang disesuaikan sebesar Rp 6,5 per saham.
Sementara estimasi price-to-earnings ratio (PER) sebesar 30,9 kali. Sementara dengan menggunakan total ekuitas setelah IPO mencapai Rp 358,9 miliar, akan menghasilkan estimasi nilai buku per saham sebesar Rp 87,3 dan price-to-book ratio (PBV) sebesar 2,3 kali.
Bila dibandingkan dengan valuasi sektor Consumer Non-Cyclicals (IDXNONCYC) dengan PER 13,85 kali, maka valuasi saham dengan kode NEST tersebut terbilang premium. Begitu pula bila dibandingkan dengan saham-saham di sektor food & baverage yang rata-rata berada di level 14,84 kali.
Sementara dari sisi PBV, saham NEST juga terbilang premium sebab PBV sektor Consumer Non-Cyclicals (IDXNONCYC) berada di angka 1,56 kali, begitu pula dengan sektor food & baverage yang berada di level 1,58 kali.
Meski begitu, mahal atau murah harga saham juga sangat tergantung dengan prospek bisnis emiten. Tim Riset Minna Padi menyebut perusahaan ini punya portofolio sertifikasi dari Administrasi Umum Bea Cukai Republik Rakyat Tiongkok (GACC) dan Sertifikasi HACCP dari PT SGS Indonesia, yang memastikan pengendalian keamanan pangan yang efektif.
Baca Juga
Gelar Bookbuilding, Perusahaan Sarang Burung Walet Ini Incar Dana IPO Rp 164,50 Miliar
‘’Perusahaan ini berada di peringkat tiga besar eksportir sarang burung walet ke Tiongkok,’’ ulas Tim Riset PT Minna Padi Investama Sekuritas dalam riset yang dikutip, Rabu (7/8/2024).
Sebagai catatan, pada tahun 2015, NEST menjadi badan hukum pertama yang diberi wewenang oleh GACC untuk mengekspor sarang burung walet ke Tiongkok, yang memperkuat posisinya sebagai pelopor di pasar Tiongkok dan salah satu eksportir terbesar Indonesia dalam industri ini.

