Importir Sarang Burung Walet Terbesar Asal Tiongkok Borong 5% Saham Esta Indonesia (NEST)
JAKARTA, investortrust.id – Xiamen Yan Palace Bird,s Nest Industry Co Ltd (Yan Palace) kini menjadi pemegang sebanyak 5% PT Esta Indonesia Tbk (NEST). Perusahaan asal China ini membeli sebanyak 8,22 juta saham NEST dengan harga pelaksanaan Rp 370.
Yan Palace membeli sebanyak 8,22 juta atau 0,2% saham NEST dengan harga pelaksanaan Rp 370 pada 24 Januari 2025, sehingga nilai transaksinya mencapai senilai Rp 30,43 miliar. Aksi ini berimbas terhadap peningkatan total saham yang dikendalikannya bertambah menjadi 5%. Sedangkan pemegang saham pengendali masih dikuasai Anton Siswanti sebanyak 79,93%.
“Kami sudah lama bermitra dengan Esta Indonesia dan kami rasa perseroan ini menunjukan pertumbuhan yang sangat positif. Kami sangat senang ketika mendengar kabar perusaan ini melantai di BEI pada Agustus tahun lalu. Saat itu, kami memberikan investasi, dan kali ini kami memberikan tambahan investasi dengan harapan relasi semakin kuat, sekaligus menjadi dampak positif bagi keberlangsungan dan pertumbuhan Esta ke depan,” ujar Chairman Xiamen Yan Palace Bird’s Nest Industry Co., Ltd Huang Jian dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Esta Indonesia (NEST) Kejar Sejumlah Aksi Korporasi Ini Usai Listing Saham di BEI
Yan Palace merupakan perusahaan terbuka sekaligus market leader dan importir terbesar serta penjual online terbesar produk sarang burung walet di Tiongkok dam tercatat sebagai pelanggan utama Perseroan. Yan Palace adalah perusahaan sarang burung pertama yang listing di bursa Hongkong dengan nilai kapitalisasi pasar saat ini mencapai Rp 7,3 triliun.
Sebelumnya, Direktur Utama NEST Hoo Anton Siswanto mengatakan, usai listing saham di BEI, perseroan kian optimistis untuk pengembangan eksportir sarang walet dengan melakukan beberapa upaya, seperti penambahan kepemilikan rumah burung walet, memperbesar kapasitas produksi, ekspansi jaringan distribusi dan pemasaran baik di Tiongkok maupun negara tujuan lainnya, serta pengembangan produk baru.
“Setelah IPO, kita akan melakukan penambahan pabrik, penambahan kapasitas produksi dan juga penambahan rumah burung,” tuturnya saat usai listing di BEI .
NEST membidik penambahan dua pabrik baru yang berlokasi di Semarang dan di Demak dengan luas lahan mencapai 1,3 hektare. Kedua pabrik sudah memasuki tahapan finishing dan diharapkan tuntas tahun ini.
Baca Juga
Eksportir Sarang Burung Walet (NEST) Listing Besok, Begini Gambaran Valuasi Sahamnya
Hingga kini, kapasitas ekspor sarang burung wallet dari NEST mencapai 20-30 ton. Sementara itu, total ekspor sarang burung Indonesia dapat mencapai 1.400 ton, mengingat potensi yang besar. Hal ini mendorong NEST untuk terus menggenjot kapasitas produksi ke depan. Saat ini, NEST telah melakukan ekspor ke beberapa negara seperti China, Singapura, Amerika, Australia, dan Jepang.
Sebagai informasi, Indonesia dan China berperan penting dalam industri burung walet. Sebagai produsen bahan baku yang menguasai lebih dari 75% produksi sarang burung walet dunia sedangkan China merupakan konsumen terbesar di dunia, dimana sekitar 80% produksi dunia diserap oleh China.
Grafik Saham NEST

