IHSG Babak Belur, Ambles 192 Poin ke 4.904! Saham Big Cap Kompak Dihantam Jual
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11/2026), ditutup jatuh sebanyak 192,54 poin (3,78%) ke terendah baru dalam enam tahun terakhir level 4.904. Rentang pergerakan 4.895-5.143 dengan nilai transaksi Rp 9,81 triliun.
Penurunan tersebut dipengaruhi kejatuhan seluruh saham big cap, seperti BBRI, BMRI, BBNI, hingga BBCA. Penurunan juga melanda saham BRPT, TLKM, ANTM, TINS, TPIA, ENRG, BUMI, hingga MDKA.
Baca Juga
Laba Chitose (CINT) Meroket 114,7%, Andalkan Ekspansi Produk dan Diversifikasi Bisnis
Tekanan juga datang dari kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar jatuh 6%, sektor energi melemah 4,38%, sektor industry 3,80%, sektor konsumer non primer 2,61%, sektor konsumer primer 3,59%, sektor keuangan 2,07%, sektor property 3,78%, sektor teknologi 1,92%, sektor infrastruktur 3,61%, sektor transportasi 3,90%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TMPO anjlok 34,48% menjadi Rp 234, MKNT melemah 28,57% menjadi Rp 18, AIMS turun 24,49% menjadi Rp 605, dan BSWD naik 19,81% menjadi Rp 9.675. Lompatan juga melanda saham BLTZ, KINO, TIRA, dan GOLD lebih dari 10%.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 39,78 poin (0,79%) menjadi 5.096,83 disertai dengan pemodal asing melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 112,48 miliar, terbanyak disumbangkan BMRI senilai Rp 157,88 miliar, BBCA mencapai Rp 116,14 miliar, dan AADI mencapai Rp 109,54 miliar.
Baca Juga
Jasuindo (JTPE) Raup Laba Rp230,1 Miliar hingga September 2026, Ini Strategi Ekspansinya
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar naik 2,12%, sektor energi naik 1,53, sektor infrastruktur naik 1,40%, %, sektor industry naik 0,76%, dan sektor keuangan naik 0,39%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor property turun 0,22%, sektor teknologi melemah 0,16%, dan sektor transportasi turun 0,12%.
Adapun saham dengan kenaikan signifikan, yaitu saham DFAM naik 33,93% menjadi Rp 75, MKNT naik 27,27% menjadi Rp 14, ROCK naik 24,73% menjadi Rp 2.270, AKPI naik 24,51% menjadi Rp 635, dan BLTA menguat 17,86% menjadi Rp 33.
