IHSG Ditutup Babak Belur! Ambruk 3,49% ke 5.098, Saham Big Cap Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/10/2026), ditutup babak belur setelah turun 184,25 poin (3,49%) ke bawah 5.100, tepatnya 5.098. Rentang pergerakan 5.098-5.320 dengan nilai transaksi Rp 10 triliun.
Penurunan indeks berbanding terbalik dengan sejumlah pasar saham Asia yang ditutup menguat. Penurunan ini juga berbanding terbalik dengan nilai tukar rupiah yang alami penguatan terhadap sejumlah mata uang.
Penurunan indeks dipengaruhi atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35% ke bawah Rp 5.000, BBRI jatuh 3,77%, BMRI turun 3,13%, AMMN anjlok 4,10%, dan ASII jatuh 6,20. Kejatuhan juga melanda semua saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, BRPT, hingga CUAN.
Baca Juga
Chapman Taylor Pede RI Lolos dari Downgrade MSCI, Peluang di Atas 50%
Pelemahan juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, sektor energi jatuh 3,29%, sektor material dasar melemah 4,53%, sektor industry turun 4,64%, sektor infrastruktur melemah 4,24%,sektor konsumer non primer turun 2,19%, sektor konsumer primer melemah 2,54%, sektor kesehatan melemah 1,89%, sektor keuangan turun 1,89%, sektor keuangan turun 2,22%, sektor property melemah 2,22%, sektor teknologi jatuh 2,40%, dan sektor transportasi turun 0,70%.
Meski IHSG anjlok parah ke bawah 5.100, saham ALKA masih berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,86% menjadi Rp 4.420 dan YPAS naik 24,85% menjadi Rp 1.055. TMAS naik 15,45% menjadi Rp 127, KJEN menguat 12,50% menjadi Rp 126, dan MKNT Menguat 11,11% menjadi Rp 10.
Kemarin, IHSG ditutup berbalik rebound 16,18 poin (0,31%) menjadi 5.282 disertai dengan pembelian bersih saham oleh pemodal asing. Net buy terdorong aksi beli saham BBCA hingga Rp 1,17 triliun sepanjang kemarin. Pemodal asing terpantau merealisasikan net buy saham ASII mencapai Rp 53,33 miliar.
Baca Juga
Pandu Sjahrir dan Supra Sekuritas Jadi Sorotan di Tengah Kasus Dugaan Manipulasi Saham
Faktor utama pembalikan IHSG ke zona hijau datang dari lompatan harga saham BBCA sebanyak 7,65% menjadi Rp 5.275. Kenaikan juga ditopang penguatan pesat saham ASII sebanyak 7,99% menjadi Rp 5.000 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 3,72% menjadi Rp 3.900. Kenaikan juga ditopang saham BBRI, BBNI, dan BRIS.
Secara sectoral, kenaikan didukung penguatan saham sektor kesehatan sebanyak 1,71%, sektor keuangan naik 0,80%, dan sektor transportasi naik 0,31%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur sebanyak 2,13%, sektor teknologi gurun 0,07%, sektor property turun 0,18%, sektor konsumer primer turun 0,66%, sektor konsumer non primer turun 0,53%, sektor energi turun 1,33%, sektor material dasar melemah 0,56%, dan sektor industry turun 0,39%.
