IHSG Sesi I Ditutup Jatuh 1,29%, Saham Emiten Prajogo Kembali Tersungkur
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (30/10/2026), ditutup terjun 65,62 poin (1,29%) menjadi 5.032. Bahkan, intraday sempat anjlok para ke level 4.979.
Penurunan tersebut dipicu atas berlanjutnya kejatuhan saham big cap, seperti emiten Prajogo Pangestu terdiri atas BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN. TEkanan juga datang dari kejatuhan saham ISAT, PANI, CBDK, EMAS, AMMN, BBRI, hingga BMRI.
Baca Juga
Laba Atribusi Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78,43% hingga September 2026, Ini Pemicunya
Tekanan juga datang dari penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 3,13%, sektor energi melemah 1,63%, sektor industry turun 1,26%, sektor konsumer primer turun 1,39%, property anjlok 2,34%, keuangan turun 0,42%. Sebaliknya kesehatan naik 0,16%.
Meski ditutup jatuh sesi I, sejumlah saham ini masih berhasil torehkan lompatan harga, seperti saham POLI naik 24,81% menjadi Rp 830, KONI naik 24,76% menjadi Rp 1.940, dan ALKA naik 24,43% menjadi Rp 5.500. Lompatan juga melanda saham ASBI sebanyak 21,86% menjadi Rp 446 dan FIRE naik 18,60% menjadi Rp 102.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 184,25 poin (3,49%) menjadi 5.098 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,07 triliun. Net sell saham terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 503,49 miliar, BBRI mencapai Rp 164,50 miliar, dan BMRI mencapai Rp 155,86 miliar.
Baca Juga
Pendapatan Garuda Indonesia Tumbuh 13,2% Jadi US$ 2,71 Miliar
Penurunan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35% ke bawah Rp 5.000, BBRI jatuh 3,77%, BMRI turun 3,13%, AMMN anjlok 4,10%, dan ASII jatuh 6,20. Kejatuhan juga melanda semua saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN.
Pelemahan juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, sektor energi jatuh 3,29%, sektor material dasar melemah 4,53%, sektor industry turun 4,64%, sektor infrastruktur melemah 4,24%,sektor konsumer non primer turun 2,19%, sektor konsumer primer melemah 2,54%, sektor kesehatan melemah 1,89%, sektor keuangan turun 1,89%, sektor keuangan turun 2,22%, sektor property melemah 2,22%, sektor teknologi jatuh 2,40%, dan sektor transportasi turun 0,70%.
Meski IHSG anjlok parah ke bawah 5.100, saham ALKA masih berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,86% menjadi Rp 4.420 dan YPAS naik 24,85% menjadi Rp 1.055. TMAS naik 15,45% menjadi Rp 127, KJEN menguat 12,50% menjadi Rp 126, dan MKNT Menguat 11,11% menjadi Rp 10.
