Tujuh Saham ARA Dipimpin BDMN di Sesi I, Sebaliknya IHSG malah Tersungkur
JAKARTA, investortrust.id – Tujuh saham berikut justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), meski indeks harga sahama gabungan (IHSG) sesi I, Rabu (22/4/2026), ditutup melemah 15 poin menjadi 7.544.
Tujuh saham tersebut terdiri atas saham BDMN naik 25% menjadi Rp 2.850, SIPD naik 24,64% menjadi Rp 1.290, WBSA naik 24,56% menjadi Rp 1.065, BOBA naik 24,56% menjadi Rp 284, BABY naik 24,54% menjadi Rp 406, dan BIKE naik 24,51% menjadi Rp 635.
Baca Juga
Tak Sekadar Minyak Goreng, Intip Peran Sawit dari Bangun Tidur hingga Kembali Terlelap
Adapun beberapa saham penekan indeks terdiri atas saham DSSA melemah 10,79% menjadi Rp 2.480, BREN anjlok 7,53% menjadi Rp 5.525, dan AMMN melemah 1,33% menjadi Rp 5.575.
Penurunan indeks sesi I dipicu atas penurunan saham sektor energi, sektor teknologi, dan kesehatan. Sisanya catatkan penguatan dipimpin sektor transportasi lebih dari 3,9% dan keuangan naik 0,99%.
Kemarin, IHSG melemah sebanyak 34,73 poin (0,46%) menjadi 7.550 dengan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 473,92 miliar. Pelemahan dipicu pengumuman dari MSCI yang masih membekukan rebelancing indeks pada periode Mei 2026. Meskipun status pasar tetap dipertahankan dan tidak turun ke frontier market, saham-saham yang masuk kategori HSC dihapus oleh MSCI, seperti DSSA dan BREN.
Baca Juga
Meski ditutup melemah, sebanyak 11 saham catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA). Di antaranya lima saham melesat lebih dari 34%, yaitu saham BOBA naik 34,91% menjadi Rp 228, LAND naik 34,72% menjadi Rp 97, LCKM menguat 34,48% menjadi Rp 156, RODA naik 34,29% menjadi Rp 94, dan CTTH menguat 34,09% menjadi Rp 118.
ARA juga melanda saham APIC naik 25% menjadi Rp 1.500, ARGO naik 24,86% menjadi Rp 1.155, KICI naik 24,81% menjadi Rp 322, DEFI naik 24,55% menjadi Rp 274, WBSA naik 24,82% menjadi Rp 855, dan BABY naik 24,43% menjadi Rp 326.

