IHSG Intraday Sesi I Anjlok Sentuh 4.987, Semua Sektor Saham Tersungkur
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), kembali jatuh ke bawah 5.000 setelah turun 111 poin (2,16%) menjadi 4.987 hingga pukul 09.45 WIB. Rentang pergerakan 4.979-5.116 dengan nilai transaksi telah menembus Rp 3,37 triliun.
Penurunan IHSG BEI tergolong paling sinifikan di seluruh pasar saham Asia hari ini. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan rupiah yang masih berhasil catatkan penguatan terhadap sejumlah mata uang dunia.
Baca Juga
Tekanan tersebut datang dari penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti saham-saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CUAN. Penurunan juga tajam juga melanda saham AMMN, BBRI, BMRI, BRIS, hingga BBCA. Begitu juga dengan saham ISAT, BRMS, MDKA, hingga DSSA berbalik melemah.
Seluruh sektor saham juga catatkan penurunan tajam, yaitu saham sektor material dasar 2,93%, sektor energi 2,63%, sektor konsumer primer 2,40%, sektor property 2,58%, sektor infrastruktur 3,34%, sektor keuangan 0,91%, dan sektor konsumer primer 2,42%.
Meski IHSG jatuh ke bawah 5.000, sejumlah saham ini masih pertahankan penguatan pesat, yaitu saahm POLI naik 24,81% menjadi Rp 830 dan ALKA naik 24,43% menjadi Rp 5.500. Kenaikan juga melanda saham KONI, ENAK, FWCT, dan MKNT lebih dari 10%.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 184,25 poin (3,49%) menjadi 5.098 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,07 triliun. Net sell saham terbanyak disumbangkan saham BBCA senilai Rp 503,49 miliar, BBRI mencapai Rp 164,50 miliar, dan BMRI mencapai Rp 155,86 miliar.
Baca Juga
Energi Bersih Hidupkan Sawah Bali, Petani Raup Rp 585 Juta Per Tahun
Penurunan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, khususnya big cap. Di antaranya, saham BBCA ditutup jatuh lebih dari 6,35% ke bawah Rp 5.000, BBRI jatuh 3,77%, BMRI turun 3,13%, AMMN anjlok 4,10%, dan ASII jatuh 6,20. Kejatuhan juga melanda semua saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, BRPT, hingga CUAN.
Pelemahan juga dipengaruhi kejatuhan seluruh sektor saham, sektor energi jatuh 3,29%, sektor material dasar melemah 4,53%, sektor industry turun 4,64%, sektor infrastruktur melemah 4,24%,sektor konsumer non primer turun 2,19%, sektor konsumer primer melemah 2,54%, sektor kesehatan melemah 1,89%, sektor keuangan turun 1,89%, sektor keuangan turun 2,22%, sektor property melemah 2,22%, sektor teknologi jatuh 2,40%, dan sektor transportasi turun 0,70%.
Meski IHSG anjlok parah ke bawah 5.100, saham ALKA masih berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,86% menjadi Rp 4.420 dan YPAS naik 24,85% menjadi Rp 1.055. TMAS naik 15,45% menjadi Rp 127, KJEN menguat 12,50% menjadi Rp 126, dan MKNT Menguat 11,11% menjadi Rp 10.
