Laba Atribusi Chandra Asri (TPIA) Anjlok 78,43% hingga September 2026, Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 78,43% menjadi US$ 279,81 juta pada sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 1,29 miliar.
Penurunan laba tersebut terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini. Hingga September 2026, TPIA mencatatkan pendapatan sebesar US$ 8,18 miliar, naik 60,49% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 5,10 miliar. Namun biaya bahan baku juga naik pesat 40,77% dari US$ 5,13 miliar menjadi US$ 7,22 miliar. Tekanan laba TPIA semakin besar akibat kenaikan beban keuangan sebesar 71,39% menjadi US$ 306,25 juta, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 178,68 juta.
Baca Juga
Laba Chandra Daya (CDIA) Anjlok 61,5% hingga September 2026, Terseret Beban Keuangan
Selain peningkatan beban, tingginya basis perbandingan tahun sebelumnya turut memengaruhi penurunan laba. Pada sembilan bulan pertama 2025, TPIA mencatatkan keuntungan dari pembelian dengan diskon (gain from bargain purchase) sebesar US$ 1,81 miliar. Namun, pos keuntungan tersebut tidak tercatat pada periode Januari-September 2026. Kondisi tersebut turut tercermin pada laba sebelum pajak yang merosot 73,56% menjadi US$ 409,07 juta, dibandingkan sebelumnya US$ 1,54 miliar.
Manajemen TPIA dalam rilis kinerja keuangan menyebutkan bahwa kinerja keuangan TPIA masih solid ditunjukkan kenaikan penjualan bersih menjadi US$ 8,2 miliar, laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$ 981,0 juta, serta laba komprehensif sebesar US$ 394,9 juta. Grup juga mencatat margin EBITDA sebesar 12,0%.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Perbesar Anggaran Buyback Jadi Rp 2 Triliun, Bidik 1,6 Miliar Saham
Energi dan kimia merupakan segmen terbesar TPIA dengan kontribusi US$ 8,7 miliar atau setara dengan 94% dari total pendapatan segmen. Kinerja ini menegaskan transformasi Chandra Asri Group dari perusahaan petrokimia dengan satu lokasi operasi menjadi platform regional yang terdiversifikasi, yang mencakup energi & kimia, infrastruktur terintegrasi, dan solusi mobilitas.
Terkait kinerja saham, TPIA mencatatkan penurunan tajam lebih dari 81% menjadi Rp 1.290 sepanjang year to date (ytd). Bahkan, saham TPIA masuk dalam daftar top ten laggards ytd dengan kontribusi sebanyak 128,51 poin terhadap kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI.
