IHSG Ditutup Melambung 5,65% ke 5.278, Saham Big Cap Dipimpin BBRI Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/10/2026), ditutup rebound signifikan sebanyak 282,28 poin (5,65%) menjadi 5.278,28. IHSG berjaya sendiri di tengah penurunan seluruh pasar saham Asia.
Kenaikan tersebut terdorong penguatan seluruh sektor saham, khususnya saham big cap dan saham BUMN. Di antaranya saham BBRI melambung 9,84%, BMRI naik 8,82%, TLKM melesat 16,38%, BBCA menguat 7,88%, AMMN naik 7,18%, BREN naik 8,99%, BRPT naik 20,08%, dan TPIA melesat 13,33%. Kenaikan pesat juga melanda saham PTBA, TINS, BBTN, BRIS, hingga BBNI.
Baca Juga
Alamtri (ADRO) Lanjutkan Buyback Saham Mulai 20 Oktober 2026, Ini Alasannya
Secara sectoral terjadi kenaikan pesat, saham sektor transportasi menguat 8,55%,sektor material dasar naik 6,62%, sektor property menguat 5,19%, sektor keuangan melesat 5,07%, sektor infrastruktur naik 5,60%, sektor energi naik 4,39%, sektor industry naik 4,56%, sektor konsumer non primer naik 4,20%, sektor teknologi naik 3,93%, sektor konsumer primer naik 2,66%, dan sektor kesehatan naik 2,25%.
Adapun saham dengan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham ATLA naik 33,33% jadi Rp 24, TRUK naik 25% menjadi Rp 5.025, SHID naik 25% menjadi Rp 750, SOTS naik 25% menjadi Rp 650,dan PNSE naik 25% menjadi Rp 600.
ARA juga melanda saham CBRE dengan kenaikan 24,78% menjadi Rp 705, AGAR naik 24,71% menjadi Rp 1.590, ROCK naik 24,61% menjadi Rp 2.380, AKPI naik 24,44% menjadi Rp 560, SIPD naik 24,32% menjadi Rp 690, dan HATM naik 24,30% menjadi Rp 665. Meski tak ARA, saham BBSS, WMUU, SKBM naik lebih dari 23%.
Baca Juga
BEI Buka-bukaan! Ini Syarat Saham HSC Bisa Kembali Masuk IHSG
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 188,49 poin (3,64%) menjadi 4.996,61. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 1,72 triliun dipimpin saham BBRI senilai Rp 1,08 triliun dan BBRI dengan penjualan bersih Rp 986,87 miliar.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 4,57%, sektor konsumer non primer turun 3,88%, sektor energi turun 2,95%, sektor industry melemah 2,97%, sektor konsumer primer melemah 4,09%, konsumer non primer turun 3,88%, infrastruktur jatuh 4,45%,kesehatan melemah 3,64%, property turun 2,75%, teknologi melemah 2,46%, keuangan melemah 2,18%, dan transportasi melemah 2,91%.
Meski anjlok sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga, yaitu saham TMPO naik 28,03% menjadi Rp 169, TIFA menguat 25% menjadi Rp 360, PNSE menguat 25% menjadi Rp 480, TRUK naik 24,84% menjadi Rp 4.020, BSIM naik 24,83% menjadi Rp 930, BIKE menguat 22,62% menjadi Rp 5.150, dan BSWD naik 20% menjadi Rp 6.750.
