IHSG Ditutup Perkasa 5,03%, Big Cap Dipimpin BBCA hingga BBRI Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (15/6/2026), ditutup melesat sebanyak 302,07 poin (5,03%) menjadi 6.309,73. Lompatan indeks ditopang penguatan seluruh sektor saham, khususnya big cap.
Kenaikan tertinggi melanda saham sektor material dasar 9,70%, sektor energi 5,81%, sektor industri 5,67%, sektor konsumer primer 4,81%, sektor konsumer non primer 3,16%, sektor keuangan 3,94%, sektor infrastruktur 4,38%, dan sektor transportasi 4,12%.
Baca Juga
Rupiah dan Mata Uang di Dunia Kompak Bergerak Menguat Terhadap Dolar AS
Lompatan indeks juga didukung penguatan pesat sejumlah saham big cap, seperti saham AMMN menguat 15,65%, BBCA naik 7,49%, BBRI naik 4,21%, dan DSSA naik 6,06%. Kenaikan juga didukung penguatan seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA, BREN, BRPT, CUAN, CDIA, dan PTRO.
Adapun saham dengan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham DATA naik 24,83% menjadi Rp 1.810, BUKK menguat 24,88% menjadi Rp 1.255, ATAP naik 24,86% menjadi Rp 442, ROCK naik 24,83% menjadi Rp 1.860, dan BRMS menguat 24,53% menjadi Rp 660.
Pekan lalu, IHSG berhasil ditutup melesat sebanyak 412,89 poin (7,38%) menjadi 6.007 pekan ini. Kenaikan indeks pekan ini ditopang lompatan harga saham big cap, khususnya BBCA dengan penguatan 16,75% dan BMRI dengan kenaikan 9,38%. Kenaikan juga ditopang penguatan harga saham SMMA, DSSA, BREN, BBRI, BRPT, BBNI, TPIA, dan MORA.
Baca Juga
BRI (BBRI) Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
Penguatan IHSG tersebut juga didukung kenaikan hampir seluruh sektor saham, tertinggi kenaikan melanda saham sektor keuangan 9,67%, sektor energi 9,21%, sektor transportasi 9,12%, sektor industri 7,60%, dan sektor material dasar 6,41%.
Meski IHSG mencatatkan rekor kenaikan mingguan, pemodal asing terpantau masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 5,98 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan net sell saham pekan sebelumnya senilai Rp 7,38 triliun.
