Pejabat Ramai-Ramai ke BEI , IHSG Malah makin Babak Belur ke 5.199 di Intraday Sesi II!
JAKARTA, investortrust.id – Kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) makin dalam capai 664 poin (11,33%) menjadi 5.199 pada pukul 14.45 WIB atau setelah sejumlah pejabat berkumpul di kantor BEI, Jumat (16/10/2026).
Seluruh sektor saham jatuh dalam rentang 7-13%, tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar dan infrastruktur lebih dari 13%. Tenana jual dalam juga melanda saham sektor energi lebih dari 12%, sektor industry melemah lebih dari 12%, dan sektor keuangan lebih dari 9,4%.
Sejumlah pejabat tinggi tengah berkumpul di kantor BEI. Di antaranya Kapolri Suyudi Ario Seto, CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi. Jajaran direksi BEI juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga
IHSG Babak Belur Dihajar MSCI, Kapolri hingga Ketua DPR Sambangi BEI, Ada Apa?
Kedatangan para pejabat itu berlangsung sehari setelah MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia pada Kamis (15/10/2026). MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar saham Indonesia, terutama transparansi struktur kepemilikan saham dan kelayakan investasi.
MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar berkembang (Emerging Market) menjadi pasar mandiri (Standalone Market). Dalam pengumumannya pada 15 Oktober 2026, MSCI menyebut usulan tersebut didasarkan pada kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelayakan investasi di Indonesia. Persoalan yang menjadi perhatian mencakup transparansi kepemilikan saham dan dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi.
Baca Juga
MSCI Pertimbangkan RI Masuk Standalone Market seperti Bosnia dan Panama, Apa Artinya?
“Dengan demikian, MSCI menilai bahwa klasifikasi Indonesia sebagai pasar berkembang tidak lagi tepat dan membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi Indonesia menjadi pasar mandiri,” tulis MSCI dalam pengumumannya.
MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final terkait usulan reklasifikasi tersebut paling lambat pada akhir Juni 2027. Selama periode konsultasi, penyedia indeks global itu juga dapat menyampaikan pembaruan sementara mengenai tanggapan pelaku pasar.
Sebelumnya, usulan MSCI tersebut membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Pada Jumat (16/10/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
IHSG anjlok 469,86 poin atau 8,01% ke level 5.393. Tekanan jual tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi perubahan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market.
