BEI Langsung Trading Halt, Dibuka Anjlok 8,01%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), dibuka hancur lebur dan langsung terkena trading halt setelah anjlok 469,86 poin (8,01%) menjadi 5.393. Penurunan tersebut dipicu ancaman MSCI terhadap penerapan standalone pasar saham Indonesia.
Seluruh sektor saham alami kejatuhan parah, seperti saham infrastruktur jatuh 11,57%, material dasar turun 10,72%, energi dibuka anjlok 9,90%, sektor konsumer primer turun 9,17%, dan sektor property melemah 7,14%. Hanya saham sektor keuangan yang dibuka turun paling rendah 4,75%.
Baca Juga
Merdeka Gold (EMAS) Genjot Produksi Emas, Kapasitas Pani Gold Mine Bakal Tembus 700 Ribu Ons!
Tradinghalt adalah penghentian atau pembekuan sementara perdagangan saham akibat IHSG terun lebih dari 8%. Kebijakan ini bertujuan untuk menangani kondisi darurat serta dalam rangka menjaga perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Trading halt pertama berlaku selama 30 menit.
Kemarin, IHSG ditutup turun signifikan 63,24 poin (1,33%) menjadi 5.863. Sebaliknya pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 567,96 miliar. Net buy terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 286,10 miliar, BBRI mencapai Rp 90,73 miliar, dan ENRG senilai Rp 72,32 miliar.
Baca Juga
BEI Minta Klarifikasi MSCI soal Usulan Standalone Pasar Saham RI
Pelemahan dipicu kejatuhan hampir seluruh saham big cap bersamaan dengan kejatuhan pasar saham Asia. Sejumlah big cap dengan kejatuhan dalam, yaitu saham BREN jatuh 6%, TEBE anjlok 14,65%, TPIA jatuh 5,67%, DSSA jatuh lebih dari 6%, BBCA jatuh hampir 1%, dan BYAN jatuh hampir 3%.
Meski IHSG terjerembab, beberapa saham ini justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AKKU melesat 34,62% menjadi Rp 105, BSWD naik 25% menjadi Rp 4.500, ALDO naik 24,92% menjadi Rp 1.955, PTSP naik 24,72% menjadi Rp 1.665, dan TFCO naik 24,61% menjadi Rp 2.000.
