Merdeka Gold (EMAS) Genjot Produksi Emas, Kapasitas Pani Gold Mine Bakal Tembus 700 Ribu Ons!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mempercepat pengembangan tambang emas Pani Gold Mine dengan membangun fasilitas pengolahan emas Carbon-in-Leach (CIL) fase 2. Ekspansi ini ditargetkan melipatgandakan kapasitas produksi gabungan menjadi 500-700 ribu ons emas per tahun dari sebelumnya 250-350 ribu ons per tahun.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/10/2026), Manajemen EMAS menyatakan fasilitas CIL fase 2 akan dibangun dengan skala setara fase 1. Penambahan fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan sekaligus mempercepat kontribusi Pani Gold Mine terhadap pendapatan dan arus kas perseroan pada masa mendatang.
Baca Juga
Produksi Merdeka Gold (EMAS) Melesat, Pendapatan Lompat 369 Kali di Semester I-2026
Peningkatan kapasitas gabungan tersebut akan dicapai setelah kedua fasilitas berhasil melewati tahap uji coba operasi (commissioning). Saat ini, fasilitas CIL fase 1 tengah dibangun dengan kapasitas pemrosesan 12 juta ton per tahun (million tonnes per annum/Mtpa). Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas tambahan hingga 20%, sehingga kemampuan pemrosesannya berpotensi mencapai 14,4 juta ton per tahun.
Presiden Direktur Merdeka Gold (EMAS) Boyke P. Abidin mengatakan, pembangunan fasilitas CIL fase 1 menunjukkan kemajuan yang baik dalam aspek rekayasa teknis, pengadaan, dan konstruksi. “Dengan merancang pabrik yang dapat menyangga penambahan kapasitas, kami telah mengamankan target hasil produksi yang direncanakan sekaligus menyediakan ruang untuk terus meningkatkannya. Rencana kami untuk membangun fasilitas CIL kedua akan meningkatkan kapasitas produksi emas Pani secara signifikan, sementara akselerasi Fase 2 akan memungkinkan kami untuk mempercepat realisasi arus kas di masa depan,” ujar Boyke.
Baca Juga
Sedangkan konstruksi fasilitas CIL fase 1 terus berlangsung di berbagai area. Rekayasa dasar (basic engineering) telah selesai, sedangkan rekayasa terperinci (detailed engineering) telah mencapai tahap lanjut. Seluruh peralatan utama yang membutuhkan waktu pengadaan panjang (major long-lead equipment) juga telah dipersiapkan. Sementara itu, kontraktor konstruksi telah dimobilisasi ke lokasi proyek.
Pekerjaan sipil telah dimulai di sejumlah area, termasuk penggilingan (milling), pelindian (leaching), dan pengentalan (thickening). Pembangunan fasilitas penyimpanan tailing (Tailings Storage Facility/TSF) juga berjalan dengan baik. Pekerjaan yang berlangsung mencakup pembangunan bendungan pengelak (coffer dams) dan sistem pengalihan air sebagai persiapan penimbunan tanggul bendungan awal (starter dam embankment filling). Kemajuan tersebut menjadi bagian dari upaya EMAS meningkatkan kapasitas pengolahan emas Pani Gold Mine secara bertahap.
Percepatan CIL Fase 2
Guna mendukung percepatan pembangunan CIL fase 2, EMAS telah mengintegrasikan sejumlah kebutuhan infrastruktur utama ke dalam desain fase 1. Infrastruktur tersebut mencakup sistem penghancuran (crushing), pengangkutan (conveying), penumpukan (stockpiling), utilitas air, dan sistem reagen. Selain itu, pekerjaan awal konstruksi berupa pematangan lahan dan pekerjaan tanah skala besar (bulk earthworks) untuk fase 2 juga akan diselesaikan sebagai bagian dari fase 1.
Persiapan tersebut ditujukan agar pembangunan fasilitas CIL kedua dapat berjalan melalui program konstruksi yang lebih efisien dan terstruktur. Pengembangan fase 2 akan dilanjutkan secara strategis setelah fasilitas fase 1 berhasil menjalani uji coba operasi dan peningkatan operasional.
Baca Juga
MSCI Pertimbangkan RI Masuk Standalone Market seperti Bosnia dan Panama, Apa Artinya?
Di sisi lain, EMAS tengah menyusun pembaruan studi kelayakan (feasibility study) yang mencakup fase 2. Studi tersebut akan memperhitungkan perubahan profil produksi, kebutuhan modal, serta nilai keekonomian proyek.
Melalui ekspansi fasilitas CIL secara bertahap, EMAS menargetkan peningkatan kapasitas pemrosesan dan skala produksi Pani Gold Mine secara signifikan. Penambahan fasilitas pengolahan emas tersebut diharapkan memperkuat profil operasional jangka panjang tambang sekaligus mempercepat kontribusinya terhadap pendapatan dan arus kas perseroan.
Meski demikian, EMAS mengakui pelaksanaan proyek masih menghadapi sejumlah risiko. Volatilitas makroekonomi, ketidakpastian rantai pasok, kompleksitas operasional, serta perubahan regulasi dapat memengaruhi jadwal penyelesaian proyek.
