Prospek Saham Antam (ANTM) Makin Menarik, Target Harga Tembus Rp 4.900
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas dan MNC Sekuritas memetakan potensi cuan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih menarik dengan indikasi lebih dari 50%. Potensi ini menggambarkan lompatan kinerja keuangan ANTM sepanjang semester I-2026 dan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan hingga akhir tahun ini.
MNC Sekuritas dalam riset terakhirnya merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga direvisi naik dari semula Rp 4.800 menjadi menjadi Rp 4.900 per saham. Dengan harga penutupan saham ANTM kemarin level Rp 3.170, potesnsi cuan saham ini bisa mencapai 54,5%.
Analis MNC Sekuritas Raka Junico W dalam rise terbarunya menyebutkan revisi naik target harga saham ANTM tersebut, seiring lompatan kinerja keuangan ANTM pada semester I-2026 yang berada di atas ekspektasi analis dan konsensus. Laba bersih ANTM mencapai Rp 6,4 triliun atau melonjak 36% secara tahunan (YoY). Torehan ini setara dengan 71,4% dari target laba tahun ini dan 62,3% dari consensus analis.
Baca Juga
Haji Isam Masuk Bayan (BYAN), Prospek Saham BYAN Makin Positif Usai Tambahan RKAB
Sedangkan tambahan sentimen terhadap target harga tersebut merefleksikan kenaikan kuota produksi bijih nikel ANTM yang diharapkan menjadi penyangga di tengah pelemahan harga bijih nikel sejak awal kuartal III-2026. ANTM memperoleh tambahan kuota produksi bijih nikel sebesar 900.000 ton, sehingga total kuota tahun ini mencapai 19 juta ton.
Sedangkan target penjualan bijih nikel tahun ini diprediksi stabil di kisaran 1,5-1,6 juta ton per bulan. Realisasi penjualan mencapai 1,4-1,5 juta ton per bulan pada Juli dan Agustus 2026 dengan ekspektasi penjualan kuartal III-2026, meningkat dibandingkan kuartal II-2026. Untuk tahun 2027, ANTM menargetkan produksi bijih nikel sebesar 18-20 juta ton.
Target harga tersebut juga menggambarkan asumsi kenaikan rata-rata (ASP) harga jual emas menjadi US$ 4.535 per ons, dari sebelumnya US$4.205 per ons. Asumsi tersebut sejalan dengan proyeksi rata-rata harga emas tahun ini senilai US$ 4.500 per ons. ANTM juga telah mengamankan pasokan emas sebanyak 14-15 ton dari Freeport, termasuk volume fleksibel sebesar 5 ton untuk tahun ini.
Baca Juga
Produksi Emas Antam (ANTM) Cuma 0,83%, MIND ID Soroti Besarnya Peran Tambang Rakyat
Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 4.800. Pertumbuhan bisnis serta kontribusi margin yang kuat dari segmen nikel diharapkan jadi penopang.
Untuk tahun 2026, ANTM diproyeksikan membukukan pendapatan Rp 113,3 triliun, naik dari Rp 84,6 triliun pada 2025. EBITDA diperkirakan meningkat menjadi Rp13,5 triliun atau tumbuh sekitar 30,3%. Laba bersih diestimasi melonjak menjadi Rp 9,03 triliun pada 2026, naik 25,3% dibandingkan tahun lalu bernilai Rp 7,21 triliun.
Prospek pertumbuhan juga masih berlanjut pada tahun selanjutnya. Pendapatan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 114,3 triliun pada 2027 dan Rp 122,7 triliun pada 2028. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp 9,48 triliun pada 2027 sebelum meningkat menjadi Rp 11,71 triliun pada 2028.
